Pengertian Merger dan Cara Kerjanya dalam Bisnis

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Pengertian Merger – Memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, alias memperkuat posisi di industrinya.

Salah satu strategi nan dikenal adalah merger.

Istilah merger sering muncul ketika dua perusahaan melakukan penggabungan upaya dan membentuk struktur perusahaan nan baru alias melanjutkan aktivitas upaya dalam satu entitas.

Namun, apa sebenarnya pengertian merger, bagaimana proses merger itu berlangsung, serta kenapa beberapa perusahaan besar bisa sampai melakukan merger?

Memahami konsep dasarnya dapat membantu memandang gimana strategi korporasi ini bekerja dalam bumi bisnis.

1. Apa pengertian merger dalam bisnis?

Merger adalah proses penggabungan dua perusahaan alias lebih menjadi satu kesatuan bisnis.

Dalam proses tersebut, perusahaan-perusahaan nan berasosiasi menyatukan aktivitas usaha, aset, sumber daya, dan beragam aspek operasional sesuai struktur merger nan disepakati.

Tujuan merger dapat berbeda-beda.

Sebuah perusahaan dapat melakukan merger untuk:

  • memperluas pasar;
  • meningkatkan efisiensi;
  • menggabungkan sumber daya;
  • memperkuat posisi bisnis;
  • memperluas produk alias layanan;
  • meningkatkan keahlian operasional;
  • menciptakan sinergi antar perusahaan.

Karena itu, merger bukan sekadar penggabungan nama perusahaan. Di dalamnya terdapat pula proses penggabungan beragam aspek upaya nan memerlukan perencanaan dan pengelolaan secara menyeluruh.

2. Merger melibatkan penggabungan beragam sumber daya perusahaan

Ketika perusahaan melakukan merger, nan berasosiasi bukan hanya aktivitas penjualan.

Berbagai sumber daya dapat ikut menjadi bagian dari proses penggabungan.

Contohnya:

Sumber daya manusia

Perusahaan perlu menyesuaikan struktur organisasi, posisi, tanggung jawab, dan budaya kerja.

Aset

Aset perusahaan dapat menjadi bagian dari struktur upaya setelah merger sesuai ketentuan nan berlaku.

Operasional

Sistem, proses kerja, supply chain, hingga aktivitas upaya dapat perlu diselaraskan.

Teknologi

Sistem teknologi info dari masing-masing perusahaan mungkin perlu diintegrasikan.

Pelanggan

Basis pengguna dari perusahaan nan berasosiasi dapat menjadi bagian dari strategi upaya setelah merger.

Karena cakupannya luas, merger memerlukan persiapan nan matang.

3. Mengapa perusahaan melakukan merger?

Tidak semua perusahaan melakukan merger dengan argumen nan sama.

Beberapa tujuan nan umum antara lain memperluas skala upaya dan menciptakan efisiensi.

Misalnya, dua perusahaan mempunyai jaringan pengedaran nan berbeda.

Setelah merger, jaringan tersebut dapat dikelola dalam satu struktur upaya sehingga perusahaan mempunyai cakupan pengedaran nan lebih luas.

Merger juga dapat digunakan untuk memperkuat keahlian perusahaan dalam menghadapi persaingan industri.

Namun, keberhasilan merger tetap berjuntai pada gimana proses integrasi dilakukan setelah penggabungan.

4. Merger dapat memperluas jangkauan pasar

Salah satu argumen perusahaan melakukan merger adalah memperluas akses terhadap pasar.

Perusahaan pertama mungkin mempunyai produk nan kuat tetapi jaringan pengedaran terbatas.

Sementara perusahaan kedua mempunyai jaringan pengedaran nan lebih luas.

Melalui penggabungan, perusahaan dapat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan produk ke wilayah alias segmen pengguna nan sebelumnya belum terjangkau.

Strategi tersebut dapat membantu perusahaan meningkatkan skala operasional.

Namun, perlu dilakukan kajian terlebih dulu untuk memastikan bahwa kedua upaya memang mempunyai potensi sinergi.

5. Merger dapat menciptakan efisiensi

Merger juga dapat berangkaian dengan efisiensi biaya dan operasional.

Misalnya dua perusahaan mempunyai kegunaan nan serupa dalam beberapa bagian organisasi.

Setelah penggabungan, perusahaan dapat melakukan pertimbangan terhadap:

  • struktur organisasi;
  • sistem teknologi;
  • jaringan distribusi;
  • fasilitas;
  • procurement;
  • pemasaran;
  • operasional;
  • administrasi.

Tujuannya adalah menciptakan struktur nan lebih terintegrasi.

Namun, efisiensi tidak otomatis terjadi hanya lantaran merger.

Perusahaan tetap perlu melakukan integrasi dan pertimbangan secara sistematis.

6. Kenali jenis merger berasas hubungan bisnisnya

Merger dapat dikategorikan berasas hubungan antara perusahaan nan bergabung.

Horizontal merger

Terjadi ketika perusahaan nan bergerak dalam industri alias lini upaya nan sama melakukan penggabungan.

Contohnya adalah dua perusahaan nan menawarkan produk alias jasa serupa.

Vertical merger

Terjadi ketika perusahaan nan berada pada tahapan berbeda dalam rantai pasok melakukan penggabungan.

Misalnya perusahaan produsen berasosiasi dengan perusahaan nan berada dalam jaringan distribusinya.

Conglomerate merger

Terjadi ketika perusahaan dari industri nan berbeda melakukan penggabungan.

Tujuannya dapat berangkaian dengan diversifikasi upaya alias pengembangan portofolio usaha.

Market extension merger

Penggabungan dilakukan oleh perusahaan nan menawarkan produk serupa tetapi mempunyai pasar geografis nan berbeda.

Product extension merger

Penggabungan terjadi pada perusahaan nan mempunyai produk alias jasa nan berangkaian tetapi tidak sepenuhnya sama.

Pembagian jenis tersebut membantu memahami karakter hubungan upaya dalam sebuah merger.

7. Bagaimana proses merger dilakukan?

Merger memerlukan proses nan tidak sederhana.

Secara umum, tahapan tersebut dapat mencakup:

  1. Identifikasi peluang

Perusahaan menentukan argumen dan tujuan merger.

  1. Evaluasi perusahaan

Masing-masing perusahaan melakukan kajian terhadap kondisi bisnis, aset, kewajiban, operasional, dan beragam aspek lainnya.

  1. Due diligence

Perusahaan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memahami kondisi dan akibat bisnis.

  1. Negosiasi

Pihak-pihak nan terlibat membahas struktur, nilai transaksi, kepemilikan, dan beragam ketentuan lainnya.

  1. Penyusunan kesepakatan

Kesepakatan merger dituangkan dalam arsip dan struktur norma nan sesuai.

  1. Persetujuan

Proses merger memerlukan pemenuhan persetujuan dan ketentuan nan berlaku.

  1. Integrasi

Setelah merger berlangsung, perusahaan melakukan integrasi organisasi, sistem, operasional, dan sumber daya.

Tahapan sebenarnya dapat berbeda tergantung struktur transaksi, jenis perusahaan, dan ketentuan norma nan berlaku.

8. Due diligence menjadi bagian krusial dalam merger

Sebelum melakukan merger, perusahaan perlu memahami kondisi upaya nan bakal digabungkan.

Proses tersebut dikenal sebagai due diligence.

Pemeriksaan dapat mencakup beragam aspek seperti:

  • keuangan;
  • hukum;
  • pajak;
  • operasional;
  • sumber daya manusia;
  • teknologi;
  • aset;
  • kontrak;
  • kewajiban perusahaan.

Tujuannya adalah mendapatkan gambaran nan lebih komplit mengenai kondisi perusahaan sebelum keputusan merger dibuat.

Informasi tersebut dapat membantu perusahaan mengidentifikasi akibat dan memperkirakan kebutuhan integrasi.

9. Merger memerlukan integrasi setelah transaksi

Merger tidak selesai ketika kesepakatan telah ditandatangani.

Salah satu tahap krusial justru terjadi setelah penggabungan, ialah integrasi.

Perusahaan perlu menentukan gimana dua organisasi dapat bekerja sebagai satu kesatuan.

Hal nan dapat perlu diintegrasikan antara lain:

  • struktur organisasi;
  • sistem informasi;
  • budaya perusahaan;
  • proses operasional;
  • sistem keuangan;
  • procurement;
  • pemasaran;
  • distribusi;
  • data pelanggan.

Jika integrasi tidak dikelola dengan baik, tujuan merger dapat susah tercapai.

10. Apa faedah merger bagi perusahaan?

Merger dapat memberikan sejumlah potensi faedah bagi perusahaan.

Beberapa di antaranya:

Skala upaya lebih besar

Penggabungan dapat meningkatkan ukuran operasi dan jangkauan perusahaan.

Akses pasar lebih luas

Perusahaan dapat memperoleh akses terhadap pengguna alias wilayah baru.

Sumber daya lebih terintegrasi

Aset, teknologi, tenaga kerja, dan jaringan upaya dapat dikelola dalam satu struktur.

Potensi efisiensi

Penggabungan kegunaan tertentu dapat menciptakan kesempatan efisiensi.

Penguatan portofolio

Perusahaan dapat menggabungkan produk, layanan, alias keahlian nan saling melengkapi.

Namun, faedah tersebut tetap berjuntai pada kondisi masing-masing perusahaan dan keberhasilan proses integrasi.

Seperti strategi upaya lainnya, merger juga mempunyai risiko.

Beberapa akibat nan perlu diperhatikan antara lain:

  • perbedaan budaya perusahaan;
  • kesulitan integrasi sistem;
  • konflik organisasi;
  • kehilangan karyawan;
  • biaya integrasi nan tinggi;
  • ketidaksesuaian strategi;
  • perbedaan sistem operasional;
  • masalah hukum;
  • kewajiban perusahaan nan belum teridentifikasi;
  • target sinergi nan tidak tercapai.

Karena itu, keputusan merger perlu didasarkan pada kajian menyeluruh, bukan hanya pertimbangan mengenai ukuran perusahaan setelah penggabungan.

Dalam pembahasan strategi korporasi, istilah merger sering muncul berbareng istilah lain seperti akuisisi.

Karena itu, orang nan mencari pengertian akuisisi juga sering menemukan pembahasan merger.

Keduanya sama-sama berangkaian dengan strategi perusahaan dan transaksi korporasi, tetapi konsepnya tidak identik.

Secara sederhana, merger menekankan penggabungan perusahaan, sedangkan akuisisi berangkaian dengan pengambilalihan kepemilikan alias pengendalian atas perusahaan alias aset tertentu.

Perbedaan struktur transaksi, kepemilikan, dan akibat hukumnya dapat berjuntai pada corak transaksi nan dilakukan.

Karena itu, merger dan akuisisi sebaiknya tidak digunakan sebagai istilah nan sepenuhnya sama.

Bayangkan terdapat dua perusahaan:

Perusahaan A

Memiliki jaringan toko nan luas tetapi produk nan ditawarkan terbatas.

Perusahaan B

Memiliki produk nan kuat tetapi jaringan distribusinya lebih kecil.

Jika kedua perusahaan melakukan merger, keduanya dapat menggabungkan jaringan, produk, sumber daya, dan keahlian operasional dalam satu struktur bisnis.

Secara sederhana:

Perusahaan A + Perusahaan B ? Satu entitas upaya hasil penggabungan

Setelah penggabungan, perusahaan perlu melakukan integrasi agar seluruh sumber daya dapat bekerja dalam satu arah.

Contoh sederhana tersebut menggambarkan konsep merger tanpa masuk ke struktur transaksi korporasi nan lebih kompleks.

Perusahaan perlu melakukan kajian sebelum mengambil keputusan merger.

Beberapa pertanyaan krusial antara lain:

  • Apa tujuan merger?
  • Apakah kedua perusahaan mempunyai sinergi?
  • Bagaimana kondisi finansial masing-masing perusahaan?
  • Apakah terdapat tanggungjawab alias akibat hukum?
  • Bagaimana struktur organisasi setelah merger?
  • Bagaimana sistem operasional bakal digabungkan?
  • Bagaimana budaya perusahaan bakal diselaraskan?
  • Berapa biaya integrasi?
  • Bagaimana strategi upaya setelah merger?
  • Bagaimana pengguna bakal terdampak?

Pertanyaan tersebut membantu perusahaan memandang merger dari perspektif nan lebih luas.

Pengertian merger secara sederhana adalah proses penggabungan dua perusahaan alias lebih menjadi satu kesatuan bisnis.

Merger dapat dilakukan untuk beragam tujuan, mulai dari memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, menggabungkan sumber daya, hingga memperkuat posisi perusahaan.

Namun, merger bukan hanya proses menggabungkan dua nama perusahaan. Di dalamnya terdapat proses evaluasi, due diligence, negosiasi, persetujuan, serta integrasi organisasi dan operasional.

Keberhasilan merger juga tidak hanya ditentukan oleh transaksi itu sendiri, tetapi oleh keahlian perusahaan dalam menjalankan proses integrasi setelah penggabungan.

Sementara itu, istilah pengertian akuisisi sering muncul dalam konteks strategi korporasi nan sama, tetapi akuisisi dan merger merupakan konsep nan berbeda.

Memahami kedua istilah tersebut membantu perusahaan memandang strategi pertumbuhan dan restrukturisasi upaya secara lebih jelas.

Selengkapnya
Sumber Gramedia
Gramedia
↑