Frans Antoni, sosok kunci nan mengendalikan finansial jaringan narkotika internasional ketua Fredy Pratama.(Dok. Antara)
DIREKTORAT Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sukses mengakhiri pelarian Frans Antoni, sosok kunci nan mengendalikan finansial jaringan narkotika internasional ketua Fredy Pratama. Frans diketahui telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak November 2023.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa Frans Antoni ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6) pagi, setelah sebelumnya berpindah-pindah tempat persembunyian di Thailand.
Kronologi Pelarian di Thailand
Berdasarkan hasil penyidikan, Frans Antoni resmi ditetapkan sebagai DPO pada 12 November 2023 mengenai kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Selama masa pelariannya, Frans terdeteksi menetap di Thailand dengan support penuh dari jaringan narkoba Fredy Pratama.
“Tersangka sempat tinggal di Phattanakan, sebuah area elit di Bangkok, sebelum akhirnya menetap di wilayah Narasiri selama nyaris dua tahun,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso di Jakarta, Jumat (19/6).
Selama di Thailand, Frans dibantu oleh penduduk negara setempat nan merupakan orang suruhan Fredy Pratama untuk menyamarkan keberadaannya dan memfasilitasi kebutuhan logistik selama berstatus buron.
Penangkapan di Malaysia dan Ekstradisi ke Jakarta
Upaya pelarian Frans berhujung saat dia mencoba memasuki wilayah Malaysia secara ilegal. Penangkapan dilakukan oleh tim delegasi Polri nan terdiri dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri di KBRI Kuala Lumpur pada Kamis (18/6) pukul 07.30 waktu setempat.
Setelah melalui proses koordinasi antarnegara, Frans diterbangkan ke Indonesia pada Jumat siang. Ia tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada pukul 15.28 WIB untuk menjalani proses norma lebih lanjut.
Penyidik bakal melakukan pemeriksaan intensif guna mendalami aliran biaya dan skema pencucian duit nan dilakukan Frans Antoni untuk menyokong operasional jaringan Fredy Pratama.
Memburu Gembong Besar
Fredy Pratama sendiri merupakan gembong narkotika lintas negara asal Indonesia nan hingga sekarang tetap menjadi sasaran utama Polri. Fredy diketahui mengendalikan peredaran narkoba skala besar di tanah air dari markasnya di Thailand.
Penangkapan Frans Antoni diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi kepolisian untuk memutus rantai pendanaan jaringan tersebut dan mempersempit ruang mobilitas Fredy Pratama di luar negeri. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·