Jakarta, CNBC Indonesia - Kelompok pengeluaran transportasi mengalami deflasi sebesar 0,5% pada Agustus 2026, disebabkan penurunan nilai bahan bakar non subsidi dan avtur.
Deflasi alias turunnya tekanan nilai untuk golongan pengeluaran transportasi ini terjadi saat golongan pengeluaran lain justru naik, hingga sebabkan inflasi pada Agustus 2026 sebesar 0,21% mtm.
"Pada Agustus tahun 2026, untuk golongan transportasi mengalami deflasi sebesar 0,50% dan memberikan andil deflasi sebesar 0,06%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konvensi pers, Selasa (1/9/2026).
Adapun komoditas nan dominan mendorong deflasi pada golongan transportasi terutama tarif pikulan udara dengan andil deflasi sebesar 0,06%. Juga bensin dengan andil deflasi sebesar 0,0%.
Ateng menjelaskan adanya deflasi di pikulan udara lantaran penurunan nilai avtur sebagai bahan bakar pesawat.
"Terkait dengan tarif pikulan udara nan mengalami penurunan, ini seiring dengan adanya penurunan nilai avtur," ujarnya.
Selain itu, nan mendorong deflasi pada golongan transportasi juga dipengaruhi penurunan nilai bahan bakar non subsidi seperti jenis Pertamina Pertamax dan Pertamina Pertamax Turbo.
"Terkait dengan BBM non-subsidi, ini mengalami perubahan nilai pada kondisi Agustus 2026. Partamax mengalami penurunan sekitar 2%, dan Partamax Turbo mengalami penurunan sekitar 5%," ucapnya.
Kelompok transportasi menjadi satu-satunya golongan pengeluaran masyarakat nan tercatat deflasi pada Agustus 2026.
Sedangkan lainnya inflasi, seperti golongan pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,57%. Lalu, busana dan dasar kaki 0,07%.
Untuk perumahan, air, listri, dan bahan bakar rumah tangga inflasi 0,05%, serta perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga inflasi 0,22%.
Kelompok pengeluaran kesehatan juga tercatat inflasi 0,2%, beriringan dengan informasi, komunikasi dan jasa finansial 0,18.
Untuk rekreasi, olahraga, dan buda mengalami inflasi 0,25% pada Agustus 2026, serta pendidikan 0,33% maupun penyediaan makanan dan minuman alias restoran 0,22%
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·