Pengelola Apartemen Mediterania Jawab Protes Penghuni, Alarm Kebakaran dan Sprinkler Tak Bekerja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Dalam kesempatan nan sama, pengelola berterima kasih pada pihak Damkar, kepolisian hingga petugas PMI nan membantu proses penanganan di lapangan.

"Jadi saat ini minta semuanya, kami sedang proses penyelamatan. Kami konsentrasi kepada kesehatan dari bapak ibu semua penduduk dan kami dapat jamin bahwa sistem perlindungan kebakaran gedung kami itu sangat baik dan melangkah sesuai lantaran kami setiap tahunnya itu tadi seperti dibilang ada pengecekan, ada sertifikasi, sering evakuasi," katanya.

Saat ini, pengelola konsentrasi pada pengamanan punghuni. Menurut dia, ada 300 penunggu di tower C dan semua bakal dievakuasi.

"Saat ini itu boleh dibilang tetap ada beberapa, sedang melangkah untuk di lantai-lantai atas. Gitu, untuk nan lantai bawah semua sudah clear."

Sebelumnya, penunggu Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, Antonius mengatakan sirine kebakaran meninggal saat api dan asap muncul ke lantai-lantai atas gedung. Kondisi ini menimbulkan kepanikan penunggu setelah koridor apartemen penuh dengan asap.

"Alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik efektif seperti simulasi kebakaran nan dilakukan oleh tim pemadam kebakaran Jakarta Barat," kata kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Antonius menyesalkan kurangnya info mengenai kebakaran tersebut. Hal ini menjadi peringatan lantaran banyak korban kebakaran tewas akibat ketidaktahuan soal kebakaran dan proses evakuasi.

"Simulasi kebakaran teragendakan itu selalu diinformasikan sebelumnya. Dan selalu ada patokan bahwa jika ada simulasi kebakaran itu sirine berbunyi,"

Selain alarm, kata Antonius, system fire sprinkler juga tidak bekerja ketika asap muncul. Dia pun menyesalkan sistem keamanan dan keselamatan apartemen tidak bekerja dalam kondisi darurat sehingga membahayakan penghuni.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita