Antrean kendaraan nan bakal mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Denpasar, Bali, Selasa (13/10/2026).(Antara)
PENGAMAT daya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, mengungkapkan bahwa antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) nan terjadi di Bali baru-baru ini berakar pada masalah mata rantai pasokan, bukan pada kesiapan di penyimpanan nasional. Kelangkaan tersebut dipicu oleh terputusnya pasokan sesaat akibat keterlambatan kapal tanker bersandar dan tertundanya proses bongkar muat di Terminal Manggis.
"Keterlambatan separuh hari semestinya tidak membikin sebuah pulau kehabisan BBM. Kelangkaan terjadi lantaran stok penyangga di Bali tipis, permintaan Pertalite naik lantaran selisih nilai dengan Pertamax, dan penduduk membeli lebih banyak lantaran khawatir," ujar Yayan dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan info Waze, antrean di sekitar SPBU di Bali melonjak signifikan hingga tiga sampai empat kali lipat pada periode 12-14 Oktober. Yayan menegaskan bahwa kuota nasional maupun sektor pariwisata bukan penyebab utama, melainkan hambatan logistik dan pengedaran nan diperparah oleh minimnya stok penyangga di pulau tersebut.
Indeks Risiko Stok BBM Nasional
Yayan juga menyusun indeks akibat stok BBM untuk 514 kabupaten dan kota guna memetakan wilayah nan rentan mengalami krisis serupa. Indeks ini menggunakan empat parameter utama: daya tahan stok provinsi (bobot 35%), ketergantungan pada transportasi kapal (30%), aksesibilitas SPBU (15%), dan info peringatan awal dari kemacetan Waze (20%).
Berikut adalah daftar wilayah di luar Jawa nan masuk dalam kategori "Lampu Merah" (risiko tinggi), di mana antrean melonjak saat stok berada di bawah 14 hari:
| Papua & Maluku | Kota Jayapura, Kota Tual, Kota Ambon, Kota Tidore Kepulauan | Jayapura ~9 hari |
| Sulawesi | Kota Gorontalo, Kotamobagu, Bitung, Manado, Tomohon, Baubau, Palopo, Palu, Parepare, Kendari | Gorontalo ~7 hari |
| Nusa Tenggara | Kota Kupang, Kota Mataram, Kota Bima | Kupang ~9 hari, Bima ~11 hari |
| Bali | Kota Denpasar dan seluruh kabupaten di Bali | < 15 hari |
Kondisi di Pulau Jawa
Berbeda dengan wilayah luar Jawa, kota-kota di Pulau Jawa relatif lebih kondusif lantaran support pengedaran darat dari kilang Cilacap, Balongan, dan Tuban. Meski demikian, terdapat beberapa titik nan perlu diwaspadai:
- Kota Yogyakarta: Berstatus "Lampu Kuning" dengan perkiraan stok DIY hanya sekitar 10,5 hari.
- Surabaya & Sidoarjo: Berstatus "Lampu Hijau", namun info Waze menunjukkan kenaikan antrean SPBU masing-masing 1,7 dan 2,1 kali lipat. Wilayah ini perlu dipantau ketat lantaran Jawa Timur merupakan pemasok utama Bali via jalur darat.
Rekomendasi Solusi
Untuk jangka pendek, Yayan menyarankan penambahan armada kapal dan truk, pembatasan pembelian per kendaraan, serta transparansi stok harian kepada publik. Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah didorong menambah kapabilitas stok penyangga di pulau-pulau nan berjuntai pada kapal, membangun sistem peringatan dini, dan memperbaiki kecermatan sasaran subsidi BBM. (Ifa/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·