Pengamanan Haji 2026 Gunakan Teknologi Canggih hingga AI

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Zen Teguh , Jurnalis-Sabtu, 23 Mei 2026 |13:18 WIB

Pengamanan Haji 2026 Gunakan Teknologi Canggih hingga AI

Pengamanan Haji 2026 Gunakan Teknologi Canggih hingga AI/Okezone

MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi meluncurkan operasi skala besar untuk melayani jemaah haji dan menjadikan proses ritual tahunan terbesar muslim bumi itu melangkah lancar. Sistem keamanan bukan hanya mencakup personel, namun juga penggunaan teknologi canggih dan sistem kepintaran buatan (artificial intelligence/AI).

Sistem AI antara lain digunakan untuk memantau arus kendaraan dan kepadatan jemaah secara real time di beragam titik utama menuju area suci seperti Mina, Arafah, Muzdalifah, dan Masjidil Haram. Teknologi ini juga membantu petugas menganalisis pola pergerakan serta mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.

”Dukungan teknologi modern dan sistem AI menjadi upaya untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan risiko. Selain itu juga berfaedah meningkatkan kecepatan respons selama musim haji,” kata Panglima Pasukan Pertahanan Sipil Mayjen Hamoud bin Suleiman Al Faraj dalam konvensi pers di Pusat Kendali Terpadu 911, Makkah, Arab Saudi, Jumat (22/5/2026) waktu setempat.

Hadir dalam konvensi pers ini Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji Letjen Mohammed Al-Bassami, Komandan Pasukan Darurat Khusus Letjen Mohammed bin Maqbool Al Omari, dan Komandan Pasukan Paspor Haji Mayjen Dr Saleh bin Saud Al Muraba.

Okezone—bagian dari iNews Media Group—atas undangan Pemerintah Saudi melalui Kementerian Media turut mengikuti aktivitas tersebut berbareng perwakilan wartawan dari beragam negara. Dalam salah satu ruangan di 911 Center, ditunjukkan gimana sistem pandai itu bekerja.

AI digunakan untuk mendeteksi potensi kemacetan, mengatur jalur alternatif, dan mengurangi akibat kepadatan berlebihan selama puncak ibadah haji. Selain itu juga membantu identifikasi kendaraan maupun perseorangan nan mencoba memasuki area suci tanpa izin resmi.

Selain pengaturan lampau lintas, dalam laporan Saudi News, teknologi AI digunakan untuk memprediksi kepadatan massa berasas info historis dan kondisi aktual di lapangan. Informasi tersebut membantu petugas mengatur agenda pergerakan jemaah dan menghindari titik-titik rawan penumpukan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com