Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 16 Agustus 2026 |13:05 WIB

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: dok Kemenkes)
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak sigap menangani akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 telah mengguncang area Mbay - Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu pagi (15/8/2026). Sebagai langkah tanggap darurat, Kemenkes resmi membentuk tim Health Emergency Operation Center (HEOC) guna mengkoordinasikan seluruh penanganan medis di wilayah terdampak.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil usai dirinya memimpin rapat koordinasi secara virtual berbareng pemangku kepentingan Kementerian Kesehatan pada malam setelah musibah terjadi.
"Tadi malam saya sudah memimpin Zoom dengan seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, seluruh Direktur RSUD di NTT, serta seluruh Kepala Puskesmas di NTT di 8 Kabupaten/Kota terdampak," kata Budi saat diwawancarai di Chilax Sudirman Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Langkah penanganan diawali dengan penerbangan tim pendahulu dari Jakarta menuju NTT guna meninjau kondisi terkini di lapangan. Peninjauan ini dilakukan berbareng jejeran kementerian dan lembaga mengenai di bawah koordinasi pemerintah pusat.
"Kesimpulannya nan nomor satu, jam 8 kemarin dari Halim, Pemerintah sudah mengirim tim ke NTT. Dipimpin oleh Bapak Menko PMK, ada Pak Mendagri, ada Menteri PU, Kepala BNPB, ada Wamen Kesehatan, dan Wamen Sosial. Tim kesehatan juga sudah pergi ke sana untuk memandang situasi," ucapnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·