Pengakuan Pengemudi soal Mesin Mobil Usai Isi B50 di SPBU

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Bahan Bakar Minyak (BBM) solar dicampur 50% minyak sawit alias Biodiesel (B50) resmi diimplementasikan sejak 1 Juli 2026. Meski demikian, banyak pihak nan mempertanyakan pengaruh B50 terhadap mesin dan performa mesin mobil.

Lantas apa akibat penggunaan B50 terhadap mesin mobil?

Seorang pengemudi mobil pikap pengangkut ikan asin di Sumatera Utara, Nainggolan, mengaku tidak merasa gangguan pada mesin mobilnya setelah menggunakan B50.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Usai memakai B50, sama aja tidak ada masalah apa-apa pada mesin kita, lancar-lancar saja," ujar Nainggolan, dikutip dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Sabtu (1/8/2026).

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh pengemudi mobil pikulan umum rute Medan-Sipahutar, Herwin Siregar. Dengan Mitsubishi L300, dia tetap menjalankan perjalanan sekitar enam jam dan mengeluarkan biaya bahan bakar sekitar Rp450.000 setiap hari.

"Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil pikulan saya Mitsubishi L300 bidang Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi Rp 450.000 untuk perjalanan 6 jam kondusif di mesin, hanya ada sedikit perbedaan jika di jalan nan menanjak," ujarnya.

Pengakuan pengemudi ini disampaikan Wakil Menteri ESDM, Yuliot, pada SPBU 14.227.322, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (31/7).

Dalam kesempatan tersebut, Yuliot tidak hanya mengecek pasokan BBM, Ia juga mendengar langsung pengalaman konsumen pengguna B50.

Yuliot mengatakan penerapan B50 tidak hanya berangkaian dengan kebijakan dan pengedaran bahan bakar, tetapi juga menyentuh aktivitas harian masyarakat nan berjuntai pada kendaraan.

Pemerintah terus memastikan kesiapan pasokan dan pelaksanaannya agar B50 bisa memenuhi kebutuhan konsumen.

"Kita mengecek pasokan BBM nan ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga mau memandang penerapan B50, kita kudu mengecek gimana penerapannya di lapangan," ujar Yuliot.

(ahi/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance