Pada 12 Maret 2026, oditur militer mengungkapkan para terdakwa berangkat ke Monas, namun tidak menemukan keberadaan Andrie.
Kemudian, para terdakwa melanjutkan mencari Andrie ke tempat lain dan sesampainya di wilayah Tugu Tani, Edi dan Budhi berpisah dengan Nandala dan Sami.
Nandala pun memandang Andrie sedang naik sepeda motor warna kuning keluar instansi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan melaporkan kepada terdakwa lainnya.
Selanjutnya Edi dan Budhi langsung mengikuti Andrie, sedangkan Nandala dan Sami mengikuti dari belakang. Tepat di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang Jakarta Pusat, sepeda motor Edi dan Budhi kemudian melangkah melawan arah menuju sepeda motor Andrie.
Pada saat sepeda motor Budhi memperlambat kecepatan sembari menunggu Andrie mendekat, oditur militer menyebut Edi langsung menyiramkan cairan kimia tersebut ke bagian tubuh Andrie pada saat berpapasan, nan juga mengenai Edi.
Edi pun langsung menjatuhkan botol berisi cairan keras dan langsung meninggalkan letak kejadian lurus ke arah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), sedangkan Nandala dan Sami mengendarai motor ke arah jalan Pramuka menuju mes Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
Sementara itu, oditur militer mengatakan sekitar 20 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), Andrie merasa kepanasan akibat reaksi dari cairan kimia nan disiram kepadanya hingga Andrie langsung menjatuhkan sepeda motornya guna berteriak meminta tolong sembari meletakkan tas serta membuka jaket dan baju nan digunakannya saat itu.
"Kondisi kerabat Andrie Yunus sudah merah seperti darah sehingga masyarakat di sekitar membantu dengan memberikan air mineral, selanjutnya saat itu Andrie mencuci wajahnya," kata oditur militer menambahkan.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·