Pengacara Febrie Adriansyah soal Tewasnya Sutrimo: Kami Fokus Substansi Perkara

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Advokat Febri Diansyah. Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan

Kuasa norma mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah, Febri Diansyah, mengaku belum mendapatkan info soal berita meninggalnya Sutrimo. Sutrimo adalah laki-laki nan diduga merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) Febrie Adriansyah.

"Kami konsentrasi di substansi perkara, saya juga tidak dapat info ya mengenai dengan perihal itu," kata Febri kepada wartawan di depan Rutan KPK, Jakarta, Senin (27/7).

Febrie juga mengaku hanya mengetahui info tersebut dari buletin nan beredar di media. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus mengenai itu kepada pihak kepolisian.

"Yang saya baca di media-media kan sudah ditulis, dan Polda juga sudah mulai lakukan, saya enggak tahu itu penyelidikan alias seperti apa," ungkapnya.

Garis polisi terpasang letak peristiwa kematian Sutrimo di Klinik Mordent, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Lebih lanjut, Febrie menyebut dirinya tidak mempunyai kapabilitas untuk memberikan komentar lebih jauh mengenai rumor nan beredar. Ia menilai lebih baik untuk tidak mencampur-adukkan perkara utama dan rumor mengenai Karumga tersebut.

"Jadi mungkin memang lebih baik agar isunya enggak kombinasi campur ya, lebih baik kita tunggu saja bersama-sama info resmi dari Polda lantaran kami ini kan advokat untuk perkara di Kejaksaan Agung. Jadi kami tidak mungkin bicara lebih jauh dari itu," tutup Febri.

Kematian Sutrimo, seseorang nan diduga sebagai Karumga Febrie Adriansyah, terjadi pada Kamis (23/7), tepat sehari sebelum Febrie ditahan mengenai kasus dugaan tindak pencucian duit penemuan emas 74 kg dan duit ratusan miliar rupiah di kediamannya di Sentul.

Mulanya, korban ditemukan tak sadarkan diri dengan mulut dan hidung mengeluarkan busa di laman Mordent Aesthetic Clinic di Jalan Kramat Pela No 208, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sutrimo kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Namun, saat tiba di rumah sakit, dia dinyatakan meninggal dunia.

Polda Metro Jaya tetap menyelidiki kematian Sutrimo. Polisi telah melakukan penyelidikan mendalam melalui olah TKP hingga pemeriksaan saksi guna memastikan penyebab pasti kematiannya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan