Sebuah gambar dari makalah Kim dkk. di Scientific Reports. Menurut gambar tersebut: "Gugusan bintang pusat dalam lukisan The Starry Night (1889), kiri, dan gugusan Hyades di Taurus, tengah. Di sebelah kanan, lima bintang dalam lukisan (oranye) ditumpangkan(Kim dkk., Scientific Reports (2026))
LUKISAN mahakarya The Starry Night karya Vincent van Gogh nan dibuat tahun 1889 rupanya bukan sekadar khayalan visual sang seniman. Sebuah studi terbaru tim peneliti astronomi menemukan pusaran bintang dan barang langit dalam lukisan tersebut secara jeli merepresentasikan posisi langit malam nyata pada tanggal 22 Juli 1889.
Lukisan ikonik nan menggambarkan pemandangan dari jendela suaka Saint-Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Prancis tersebut selama ini sering dianggap sebagai hasil ekspresi emosional dan abstraksi psikologis Van Gogh. Namun, kajian astronomi modern menunjukkan adanya kecocokan presisi antara susunan barang langit di kanvas dengan peta astronomi historis.
Menggunakan perangkat lunak planetarium modern untuk merekonstruksi posisi barang langit di atas wilayah Prancis selatan pada musim panas 1889, para peneliti memverifikasi keberadaan Bintang Timur (planet Venus), Bulan sabit, serta beberapa konstelasi bintang utama. Planet Venus nan tampak bercahaya sangat terang dalam lukisan terbukti berada pada posisi dan tingkat kecerahan nan tepat sebagaimana tercatat dalam info astronomi pada kurun waktu tersebut.
Selain posisi planet dan Bulan, posisi konstelasi Aries serta bintang-bintang di sekitarnya nan digambarkan Van Gogh juga terbukti sesuai dengan koordinat astronomi pada malam 22 Juli 1889. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun Van Gogh menerapkan style lukis post-impressionist nan kaya bakal pusaran kuas (swirls), dia tetap mengawasi dan mencatat kejadian alam secara realistis.
Penelitian ini memberikan perspektif pandang baru dalam sejarah seni dan sains, membuktikan gimana keelokan estetika lukisan klasik dapat berpadu dengan ketelitian pengamatan kejadian alam. The Starry Night sekarang tidak hanya dipandang sebagai salah satu karya seni paling berpengaruh di dunia, tetapi juga sebagai arsip visual sains nan merekam kondisi astronomi nyata pada abad ke-19. (Space/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·