Penegakan Hukum, Ketua KY Minta Wisudawan Jaga Integritas dan Etika

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Penegakan Hukum, Ketua KY Minta Wisudawan Jaga Integritas dan Etika Ilustrasi(Dok Istimewa)

KETUA Komisi Yudisial Republik Indonesia, Dr. H. Abdul Chair Ramadhan memberi penekanan menjaga integritas dan etika dalam penegakan hukum, sebagai fondasi utama untuk mewujudkan peradilan nan independen dan berkeadilan.

Hal itu disampaikan dalam orasi ilmiahnya di Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-32 Tahun Akademik 2025/2026 , IBLAM School of Law di Balai Sudirman, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

Menurut Abdul Chair nan merupakan alumni S1 dan S2 dari kampus tersebut, kualitas norma tidak hanya ditentukan oleh aturan, tetapi juga oleh moral dan tanggung jawab para penegak norma dalam menjalankan tugasnya. Sejalan dengan semangat tersebut, pada rangkaian wisuda, juga dilaksankan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) berbareng Komisi Yudisial Republik Indonesia. 

Kerja sama itu mengenai peningkatan integritas pengadil untuk mewujudkan peradilan nan bersih serta penguatan penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerja sama ini menjadi corak komitmen berbareng dalam mendorong terciptanya ekosistem norma nan profesional, berintegritas, dan berkeadilan.

Sebanyak 340 wisudawan dan wisudawati dari Program Sarjana Hukum dan Magister Hukum mengikuti prosesi wisuda.

Pada penyelenggaraan wisuda tahun ini, IBLAM mengangkat tema “Tegakkan Keadilan, Wujudkan Keteladanan”,  sebagai refleksi komitmen lembaga dalam mencetak lulusan norma nan berintegritas, beretika, dan bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Sidang senat terbuka itu dihadiri oleh jejeran senat IBLAM School of Law nan terdiri dari Dr. Gunawan Nachrawi, Prof Angkasa,  Prof Marjan Miharja, Arrum Budi Leksono,  Dr. Radian Syam,  Prof Ina Heliany, Hj. Asri Mulyanita, Dr . Vidi Galenso Syarief,  Prof  Yusuf, berbareng para ketua dan dosen.

Profesor Angkasa,  selaku Ketua STIH IBLAM dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk terus belajar, menjaga etika profesi, dan menghadirkan faedah bagi masyarakat melalui pengabdian nyata sebagai insan hukum. 

Angkasa juga menegaskan bahwa cita-cita menuju negara maju dan sejahtera tidak hanya ditentukan oleh pembangunan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh hadirnya sistem norma nan setara dan berintegritas.

“Pembangunan nasional memerlukan insan norma nan menjaga demokrasi, kewenangan asasi manusia, memberantas korupsi, melindungi masyarakat, dan memastikan pembangunan tidak meninggalkan nilai keadilan sosial.” ungkap Prof Angkasa dalam siaran persnya, Rabu (20/5).

Sementara Feny Windiyastuti, selaku ketua pelaksana wisuda menyampaikan harapannya agar para wisudawan dan wisudawati bisa menjadi insan norma nan profesional, rendah hati, serta berani menjunjung tinggi kebenaran dalam setiap langkah pengabdiannya. 

"Seorang sarjana norma tidak hanya dituntut untuk memahami dan menegakkan hukum, tetapi kudu bisa menjadi pribadi nan menjunjung tinggi integritas, etika, dan keteladanan dalam setiap tindakan".

Ketua Yayasan LPIHM IBLAM  Dr. Rahmat Dwi Putranto, menyampaikan bahwa wisuda ke-32, menjadi momentum spesial seiring diraihnya predikat akreditasi unggul oleh IBLAM School of Law. “Perjuangan sesungguhnya adalah membangun norma nan lebih baik. Tema hari ini relevan dengan perjuangan kita untuk menegakkan keadilan dan mewujudkan keteladanan,” ujarnya.

Ia membujuk para lulusan untuk terus menegakkan keadilan, menjaga keteladanan, serta bersama-sama mengambil peran dalam membangun Indonesia nan lebih baik melalui pendidikan dan integritas nan dimiliki.

Lain halnya nan diungkapkan Tri Munanto, nan merupakan Kepala Bagian Umum LLDIKTI WilayahIII.  Menurutnya wisuda ke-32 IBLAM telah mencerminkan tata kelola akadek nan sehat dan progresif.

“Profesi norma adalah pekerjaan nan mulia, tetapi kita juga tidak menutup mata bahwa kepercayaan publik terhadap abdi negara penegak norma tetap bervariasi. Godaan untuk berdiskusi bakal selalu ada, maka jadikan norma untuk menegakkan keadilan,” ungkap Tri Munanto.

Pada kesempatan nan sama, dilakukan juga aktivitas pemberiaan penghargaan "Student Defender Award". Penganugerahaan diberikan kepada Ananda Putri sebagai corak penghargaan atas dedikasi, integritas, dan kontribusi positif nan ditunjukkan selama masa perkuliahan. 

 “Tugas kita bukan hanya menjadi pandai secara intelektual, tetapi juga bening secara moral dan kokoh dalam integritas,"ujar Ananda. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia