Pendidikan Vokasi Peternakan Diperkuat, Inseminasi Buatan Jadi Keterampilan Kunci

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Pendidikan Vokasi Peternakan Diperkuat, Inseminasi Buatan Jadi Keterampilan Kunci

Pendidikan Vokasi Peternakan Diperkuat, Inseminasi Buatan Jadi Keterampilan Kunci (Foto: DPD)

JAKARTA — Penguatan pendidikan vokasi di sektor peternakan mulai diarahkan pada penguasaan keahlian teknis nan lebih aplikatif, salah satunya fertilisasi buatan (IB). Upaya ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih siap terjun langsung ke bumi kerja.

Hal tersebut mengemuka dalam aktivitas “Aksi Nyata Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi (PVPV) 2026” nan digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Bandung, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan kompetensi di sektor peternakan.

Wakil Ketua Komite II DPD RI Angelo Wake Kako menilai bahwa pendidikan vokasi perlu lebih menekankan pada keahlian praktis nan relevan dengan kebutuhan lapangan. Salah satu keahlian nan dinilai krusial adalah fertilisasi buatan, nan dapat meningkatkan produktivitas ternak secara signifikan.

Menurutnya, sektor peternakan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan, namun memerlukan support SDM nan terlatih dan kompeten. Oleh lantaran itu, training vokasi nan terintegrasi dengan praktik langsung menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan tersebut.

“Sektor peternakan adalah masa depan Indonesia. Kalau kita serius, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi raksasa baru di bagian ini,” kata Angelo.

Dia menilai fertilisasi buatan merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan produktivitas ternak secara sigap dan terukur. Program ini juga sejalan dengan agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong “revolusi putih”, ialah sasaran swasembada daging dan susu nasional.

Melalui aktivitas “Senator Inseminator”, Angelo aktif turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi sekaligus praktik langsung fertilisasi buatan. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembangunan kesadaran (awareness) masyarakat serta pelibatan aktif (to be involved) peternak lokal.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com