SR Banjarbaru: Pendidikan terintegrasi ciptakan belajar terstruktur.
, BANJARBARU, – Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 (SRT 9) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menerapkan model pendidikan terintegrasi nan menggabungkan tingkat SMP dan SMA dalam satu sistem terpadu. Model ini memungkinkan pembelajaran nan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, menjelaskan bahwa sistem ini memberikan efisiensi dalam pengelolaan pendidikan lantaran seluruh jenjang berada dalam satu koordinasi kepemimpinan. "Jumlah siswa kami saat ini mencapai 125 orang dengan pembagian antara jenjang SMP dan SMA nan disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran masing-masing di setiap tingkat pendidikan," ujarnya saat memaparkan pencapaian SRT 9 kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di Banjarbaru, Rabu.
Rifki mengungkapkan bahwa pendekatan terintegrasi memudahkan penyusunan kurikulum dan program pembinaan berkepanjangan dari satu jenjang ke jenjang berikutnya. "Sistem ini juga mempermudah pengawasan serta pertimbangan perkembangan siswa secara menyeluruh dalam satu lingkungan pendidikan nan sama," tambahnya.
Keberadaan dua jenjang dalam satu sekolah ini juga mendorong hubungan sosial nan positif antar siswa dengan usia nan berbeda. Rifki menilai bahwa model ini merupakan penemuan dalam penyelenggaraan pendidikan berbasis pondok nan lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa di masa kini. "Sistem tersebut berakibat pada sekolah bisa menciptakan lingkungan belajar nan kondusif, terarah, serta berkepanjangan dalam jangka panjang," ujarnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·