Liputan6.com, Jakarta - Pendakwah SAM diduga melakukan dugaan pencabulan ke sejumlah santri laki-laki. Modusnya pun diungkap. SAM disebut menjanjikan belajar ke Mesir dan dalih kepercayaan hingga terjadi pelecehan.
Salah satu saksi Ustaz Abi Makki menyebut, korban nan berani bicara sejauh ini ada lima orang. Itu pun muncul setelah didorong para guru.
"Saya tidak tahu, tapi nan jelas jika nan berani untuk menyampaikan, itu pun lantaran dikasih semangat sama beberapa guru, itu ada lima. Tapi jika setelah itu, enggak tahu, wallahualam," kata Ustaz Abi Makki kepada wartawan dikutip, Jumat (17/4/2026).
Dia menyebut, para korban seluruhnya laki-laki, dengan sebagian tetap di bawah umur. Mirisnya perbuatan itu diduga tidak sekali, tapi berulang di beragam tempat.
"Kalau ada berita dari korban itu berulang-ulang, di beberapa tempat. Bermacam-macam. nan paling mengerikan itu di tempat ibadah," ujar dia.
Modus
Modusnya, korban diiming-imingi bisa belajar ke Mesir alias Timur Tengah, apalagi dijanjikan menjadi hafiz Alquran bersanad. Hal itu membikin korban tertarik.
Namun saat kejadian, korban justru kaget. Sosok nan dianggap panutan melakukan perihal nan tak terduga.
“Begtu ketika terjadi seperti itu, kaget. Kenapa ini kok seorang panutan melakukan perihal ini? Ini nan disampaikan oleh beberapa korban. Yaitu tadi nan sangat mengerikan, nan sangat memilukan, ketika dalam satu peristiwa itu dengan mengatakan 'Kok begini Syekh?',” ucapnya menirukan korban.
Menurut dia, ada upaya memengaruhi korban dengan dalih agama. Salah satunya dengan menyebut tokoh kepercayaan untuk membenarkan perbuatan tersebut.
Korban juga disebut sempat diajak menyaksikan tayangan tidak baik. Saat mempertanyakan, pelaku memberikan jawaban nan dinilai tidak bisa diterima.
Tekanan Psikologi
Selain itu, ada dugaan korban mengalami tekanan secara psikologis. Sebagian korban seperti tidak berkekuatan dan hanya mengikuti.
"Jadi enggak bisa melakukan apa-apa, kaya dihipnotis. Bengong aja. Nurut, sampai korbannya bingung. Makanya ketika korban itu berbincang di tahun 2021 itu wajahnya tuh emosinya ada, sembari matanya menatapnya marahnya, tuh dahsyat. Pada waktu itu," ujar dia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·