Liputan6.com, Jakarta - Densus 88 Antiteror Polri mengamankan sejumlah peralatan bukti dalam kasus ledakan peledak rakitan nan diduga melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang.
Barang bukti nan diamankan antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, hingga baut.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, barang-barang tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
“Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa peralatan lainnya,” kata Mayndra dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
Usai menerima laporan, Mayndra menyebut pihaknya melakukan penanganan awal terhadap R. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelajar tersebut diduga sebagai pemilik barang-barang nan diamankan.
Mayndra menjelaskan, identitas korban nan disebut menjadi sasaran rencana tindakan tetap berasal dari keterangan terduga pelaku. Informasi tersebut tetap perlu didalami lebih lanjut oleh penyidik.
“Identitas korban nan disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan tetap memerlukan pendalaman,” ujarnya.
Menurut pengakuan awal, R mempelajari langkah membikin bahan peledak melalui internet dan mengaku terinspirasi dari peristiwa peledak di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025. Ia menegaskan keterangan itu tetap diverifikasi.
“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa peledak di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut tetap dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik,” kata Mayndra.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·