Pemulihan Sawah di Pakpak Bharat, Pemerintah Sesuaikan Kebutuhan Alsintan

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mempercepat pemulihan lahan pertanian dan konektivitas masyarakat pascabencana. Penanganan diarahkan agar support perangkat dan mesin pertanian (alsintan) sesuai dengan kondisi lahan, sementara perbaikan Jalan Salak-Kuta Liang dapat diselesaikan dengan bangunan nan kondusif dan tahan terhadap akibat kerusakan berulang.

Di sektor pertanian, tercatat 50 hektare sawah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sekitar enam hektare mengalami kerusakan berat akibat tertimbun lumpur, sedangkan 44 hektare lainnya terdampak ringan akibat kerusakan jaringan irigasi primer dan sekunder.

Petani di Dusun II Sibande, Desa Tanjung Meriah, telah menerima support dari Kementerian Pertanian berupa satu traktor roda empat, satu traktor roda dua, dan dua unit penyemprot tangan (hand sprayer). Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengolahan kembali lahan agar petani segera memasuki masa tanam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil peninjauan lapangan menunjukkan traktor roda empat belum dapat menjangkau sawah lantaran keterbatasan akses dan ukuran petak lahan. Alat tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengolah lahan darat bagi penanaman padi gogo. Sementara itu, petani mengusulkan support kultivator (cultivator) berukuran lebih mini agar dapat digunakan di letak sawah.

Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, mengatakan kesesuaian perangkat menjadi aspek krusial agar support betul-betul meningkatkan produktivitas petani.

"Bantuan alsintan telah diterima, tetapi pemanfaatan traktor roda empat pada sawah nan ditinjau terkendala akses. Diperlukan penyesuaian jenis perangkat dengan kondisi lahan serta kepastian letak pemanfaatan support nan sudah tersedia," kata Fadjar dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Pemerintah wilayah berbareng Dinas Pertanian bakal memverifikasi kebutuhan kultivator, keahlian traktor roda dua nan telah tersedia, kesiapan operator, serta rencana pemeliharaan alat. Hasil verifikasi bakal disandingkan dengan rencana pengadaan 117 unit alsintan prapanen dan pascapanen senilai sekitar Rp8,8 miliar dalam Rencana Induk 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah ketidaksesuaian dan plagiatisme bantuan.

Selain sektor pertanian, pemulihan juga berjalan pada jalan kabupaten ruas Salak-Kuta Liang di Desa Kecupak, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut. Pekerjaan nan didanai melalui skema Transfer ke Daerah tersebut tetap berada pada tahap awal. Material bangunan didatangkan dari Subulussalam, Aceh.

Ruas jalan itu berbatasan langsung dengan lereng curam dan mempunyai ruang lampau lintas terbatas. Karena itu, pekerjaan perlu disertai penguatan tanah penopang badan jalan, penataan drainase, pemasangan pembatas pengaman dan rambu, serta pengaturan arus kendaraan selama bangunan berlangsung.

Pelaksana pekerjaan didorong menyusun sasaran mingguan, menjaga pasokan material dan tenaga kerja, serta menyesuaikan agenda dengan kondisi musim penghujan. Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat bakal memantau progres secara berkala dan menyampaikan hambatan nan memerlukan support pemerintah pusat melalui Satgas PRR.

"Perbaikan sawah perlu segera dilakukan sehingga petani dapat kembali bercocok tanam. Perbaikan Jalan Salak-Kuta Liang sedang berjalan dan memerlukan pengawasan terhadap mutu konstruksi, kestabilan sisi jalan, drainase, serta keselamatan lampau lintas," tutup Fadjar.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑