Pemprov Sumsel Dorong GSMP Naik Kelas Jadi Gerakan Pemberdayaan

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta -

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang mendorong Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) untuk terus berkembang dari program support menjadi aktivitas pemberdayaan masyarakat nan bisa menciptakan kemandirian pangan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

GSMP merupakan salah satu program nan digagas dan dijalankan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel Herman Deru berbareng Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang. Program nan telah melangkah sejak 2021 tersebut terus diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Cik Ujang saat menghadiri aktivitas Ngopi Bareng GSMP di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cik Ujang mengatakan forum obrolan nan dikemas dalam suasana santuy seperti Ngopi Bareng GSMP menjadi sarana krusial untuk membahas pembangunan secara lebih terbuka dan dekat dengan masyarakat.

"Ngopi bareng memang sangat digemari masyarakat lantaran pembangunan tidak kudu selalu dalam suasana umum dan resmi, tetapi bisa melalui forum nan lebih santai," kata Cik Ujang dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, GSMP tidak boleh berakhir sebagai program support semata. Gerakan tersebut kudu terus dikembangkan agar masyarakat menjadi lebih produktif dan bisa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

"GSMP bermaksud lebih memproduktifkan masyarakat. GSMP kudu terus didorong untuk naik kelas agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku. GSMP bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Cik Ujang menegaskan, semangat GSMP ke depan kudu diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima support alias fasilitas, tetapi bisa mengelola potensi pangan nan dimiliki hingga menghasilkan faedah ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut, Cik Ujang juga mengukuhkan Forum Kemitraan Sinergi GSMP dan Pandu GSMP. Pengukuhan ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, serta seluruh pihak nan terlibat dalam penyelenggaraan GSMP.

"Pengukuhan ini agar bisa saling berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra melaporkan bahwa penyelenggaraan GSMP turut memberikan akibat terhadap upaya pengentasan kemiskinan di Sumsel.

Dia menyebut nomor kemiskinan Sumsel pada September 2025 sebesar 9,85 persen, kemudian turun menjadi 9,50 persen pada Maret 2026.

"Kontribusi komponen makanan terhadap garis kemiskinan mencapai 75,26 persen. Ini artinya penguatan pangan sangat berpengaruh," kata Edward.

Selain itu, Edward menyampaikan bahwa Skor Pola Pangan Harapan (PPH) terus meningkat. Hal tersebut menunjukkan adanya perbaikan kualitas konsumsi pangan masyarakat.

Meski demikian, dia mengakui tetap terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan GSMP, antara lain koordinasi, pendampingan, info sasaran, pemantauan, kemitraan, dan hilirisasi. Karena itu, penguatan GSMP ke depan tidak cukup hanya dilakukan melalui penambahan bantuan, tetapi juga memerlukan pembenahan sistem secara menyeluruh.

GSMP diharapkan semakin kuat sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di bawah kepemimpinan Herman Deru dan Cik Ujang. GSMP tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi berkembang menjadi aktivitas berbareng nan bisa meningkatkan produktivitas masyarakat, menciptakan nilai ekonomi, dan mewujudkan kemandirian pangan setiap family di Sumatera Selatan.

"Yang kita butuhkan adalah pembenahan sistem, mulai dari tata kelola, penguatan Pandu GSMP, Sinergi GSMP, dan pembangunan info sasaran GSMP berbasis DTSEN," tutupnya.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News