Syafrin memastikan seluruh hambatan tersebut bakal ditindaklanjuti berbareng tim kerja HBKB lintas perangkat daerah. Syafrin bilang bahwa Pemprov DKI juga tengah menyiapkan payung norma sebagai dasar penyelenggaraan HBKB di Jalan HR Rasuna Said.
"Perbaikan akomodasi pendukung dan pengaturan aktivitas masyarakat bakal dilakukan agar penyelenggaraan HBKB di Rasuna Said berjalan lebih aman, nyaman, dan tertib," kata dia.
Nantinya, lanjut Syafrin, HBKB di Jalan HR Rasuna Said direncanakan kembali digelar mulai Juni 2026 setiap Minggu pukul 05.30-09.00 WIB. Pemprov DKI berambisi kehadiran koridor baru HBKB dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik untuk berolahraga dan berinteraksi di tengah kota.
Lebih lanjut, Syafrin memaparkan hasil pertimbangan CFD di Jalan HR Rasuna Said juga menunjukkan faedah bagi masyarakat, baik dari sisi ruang publik maupun kualitas lingkungan. HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah pengganti ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat.
"Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar letak saat penyelenggaraan HBKB juga tercatat lebih baik dibandingkan hari kerja," ucap dia.
Menurutnya, keberadaan HBKB di koridor HR Rasuna Said juga turut mengurangi kepadatan visitor di area Sudirman-Thamrin.
Merujuk info Dishub DKI Jakarta, jumlah visitor HBKB tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin turun dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026 alias berkurang sekitar 52,97 persen saat CFD Rasuna Said digelar pada pekan lalu.
"Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman–Thamrin sehingga aktivitas penduduk lebih tersebar," tandas Syafrin.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·