Pemkot Makassar dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan JHT bagi 45 Ribu Pekerja Rentan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pemkot Makassar dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan JHT bagi 45 Ribu Pekerja Rentan Pemkot Makassar cetak sejarah sebagai wilayah pertama di Indonesia nan berikan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi 45 ribu pekerja.(Dok. BPJS Ketenagakerjaan)

PEMERINTAH Kota Makassar mencatatkan sejarah sebagai wilayah pertama di Indonesia nan memberikan perlindungan Jaminan Hari Tua (JHT) bagi puluhan ribu pekerja rentan. Melalui kerjasama strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, sebanyak 45 ribu pekerja rentan di Kota Daeng sekarang resmi terlindungi program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan JHT.

Inovasi progresif ini diluncurkan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, berbareng Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, di Lapangan Karebosi, Jumat (19/6/2026). Langkah ini merupakan bagian dari Program Makassar Berjasa (Makassar Berbagi Jaminan Sosial) nan menyasar pekerja sektor informal alias Bukan Penerima Upah (BPU).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa program ini adalah komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. "Masyarakat Makassar tidak boleh tiba-tiba miskin mendadak ketika kepala keluarganya meninggal dunia. Jaminan keamanan sosial ini kudu dijaga agar masyarakat tetap mempunyai perlindungan nan memadai," ujar Munafri.

Hingga Mei 2026, capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kota Makassar telah menyentuh nomor 54,3 persen alias mencakup 296.265 pekerja. Keberhasilan ini didukung oleh Surat Edaran Nomor 278 Tahun 2025, di mana Pemkot Makassar menanggung iuran bagi 81 ribu pekerja rentan melalui APBD.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemkot Makassar. Menurutnya, pemberian JHT bagi pekerja rentan adalah terobosan nan layak menjadi percontohan nasional.

"Ini adalah penemuan pertama di Indonesia di mana pemerintah wilayah datang memberikan JHT bagi pekerja rentan. Kami bakal gaungkan ini secara nasional agar ketua wilayah lain terinspirasi melakukan perihal serupa demi kesejahteraan pekerja," ungkap Saiful.

Selain peluncuran program, dilakukan pula penandatanganan kerja sama dengan Wadah PERISAI Mulia Berjasa nan melibatkan 1.005 Agen Perisai di 15 kecamatan. Agen-agen ini bekerja memperluas jangkauan perlindungan hingga ke tingkat RW, termasuk menyasar pedagang pasar dan pedagang kaki lima.

Saiful berpesan agar para Agen Perisai bekerja dengan integritas tinggi. "Dengan mendaftarkan mereka ke BPJS Ketenagakerjaan, Anda telah melindungi masa depan pekerja dan keluarganya. Jaga kepercayaan peserta dengan profesionalisme," pungkasnya. (RO/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia