Pemkot Bekasi Studi ke China, Studi Tiru Olah Sampah jadi Listrik

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Menurut Kiswatiningsih, kunjungan ini dilakukan agar para pemangku kepentingan dapat memandang secara langsung gimana teknologi waste to energy beroperasi, mulai dari proses penerimaan sampah, pengolahan, pengendalian emisi, hingga pemanfaatan menjadi daya listrik.

"Kami mau seluruh proses pembangunan PSEL melangkah secara transparan dan dipahami berbareng oleh seluruh pihak. Dengan memandang secara langsung, masyarakat dapat memperoleh gambaran nan utuh mengenai manfaat, standar operasional serta aspek lingkungan nan diterapkan," ucap dia.

Kiswatiningsih mengatakan, kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menjelang pembangunan bentuk PSEL Kota Bekasi nan saat ini terus dipercepat dan seluruh biaya aktivitas ditanggung Wangneng Environment selaku Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) nan telah ditetapkan dalam Proyek PSEL Kota Bekasi.

"Pembiayaan kunjungan sepenuhnya ditanggung oleh Wangneng sebagai BUPP sehingga tidak membebani finansial daerah," jelas dia.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pembangunan PSEL bukan sekadar menghadirkan akomodasi pengolahan sampah modern tetapi menjadi bagian dari transformasi besar area Bantargebang.

Selama puluhan tahun area tersebut dikenal sebagai letak pembuangan sampah terbesar di Indonesia. Ke depan Pemkot Bekasi mau mengubah stigma tersebut menjadi area nan identik dengan penemuan lingkungan dan ekonomi hijau.

"Kami mau mengubah stigma masyarakat terhadap Bantargebang. Tidak lagi hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi menjadi pusat penemuan lingkungan hidup nan bisa mengubah sampah menjadi energi, membuka kesempatan ekonomi bar,u dan memberikan faedah langsung bagi masyarakat sekitar," ucap Tri.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑