Pemkab Badung Bangun JLS dan Shortcut Rp 2,9 T untuk Atasi Kemacetan

Sedang Trending 14 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung resmi memulai pembangunan dua mega proyek prasarana strategis senilai lebih dari Rp 2,9 triliun. Proyek tersebut meliputi Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut Berawa-Umalas-Kedampang-Teuku Umar Barat.

Langkah nyata ini diambil untuk mengatasi kemacetan dan meningkatkan konektivitas antarwilayah. Pembangunan ini sekaligus diharapkan bisa memperkuat daya saing pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Groundbreaking dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa berbareng Gubernur Bali Wayan Koster. Acara ini ditandai dengan penekanan tombol sirine di letak pembangunan JLS Segmen 4, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (27/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pengembangan koridor di Kecamatan Kuta Selatan dan Kuta Utara dirancang membentuk jaringan jalan nan saling terhubung. Infrastruktur ini bakal menghadirkan jalur alternatif, mengurangi beban lampau lintas pada ruas utama, serta meningkatkan aksesibilitas," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).

Bupati menjelaskan tahap awal pembangunan pada tahun 2026-2027 meliputi JLS dan penataan Simpang Siligita sepanjang 10,89 kilometer. Selain itu, pemerintah juga membangun Jalan Semer-Teuku Umar Barat sepanjang 4,77 kilometer.

"Kalau jaringan jalan ini sudah selesai dibangun, secara umum wilayah Badung bakal dilintasi jalan-jalan besar nan saling terkoneksi. Saya percaya daya dukung pariwisata kita bakal semakin meningkat, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar," tegasnya.

Adi Arnawa mengungkapkan seluruh proses telah dipersiapkan secara matang dan terukur. Persiapan ini meliputi penyusunan Feasibility Study (FS), Detail Engineering Design (DED), penetapan lokasi, hingga proses pengadaan tanah.

Ia mengakui proses pembebasan lahan sempat menghadapi beragam dinamika di lapangan. Namun, masyarakat akhirnya memberikan support penuh lantaran sudah jenuh dengan kemacetan nan melanda wilayah Badung Selatan.

Pembangunan JLS ini merupakan bagian dari rencana besar penyediaan jaringan jalan sepanjang nyaris 30 kilometer di Badung Selatan. Untuk wilayah Badung Tengah dan Utara, pemerintah juga menyiapkan jaringan jalan sepanjang 52,95 kilometer nan direalisasikan berjenjang hingga 2029.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster turut memberikan apresiasi atas realisasi proyek strategis tersebut. Ia menilai pembangunan JLS merupakan solusi konkret dalam mengatasi kemacetan kronis sekaligus menjaga kualitas pariwisata Bali.

Koster juga menilai keputusan Pemkab Badung memanfaatkan pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sangat tepat. Langkah strategis ini diambil agar pembangunan dapat dipercepat tanpa terus terbebani kenaikan biaya bangunan di masa mendatang.

Turut datang dalam peresmian ini Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Haeruddin C. Maddi dan jejeran Direksi PT SMI. Acara ini juga dihadiri oleh unsur Forkopimda Bali dan Badung, Pimpinan BUMN Wilayah Bali, jejeran DPRD Badung, serta tokoh masyarakat setempat.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News