Pemilahan Sampah dari Sumber Jadi Bagian Budaya Keberlanjutan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Komitmen pengelolaan sampah terpadu di lingkungan kerja terus diperkuat PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Bekerja sama dengan Waste4Change dan Eco Touch, PLN EPI secara konsisten menerapkan pemilahan sampah dari sumber sebagai bagian dari upaya mengurangi timbulan sampah nan berhujung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)," ujar Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan, Sabtu (27/6/2026).

Dia menjabarkan, sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, PLN EPI sukses mengelola sekitar 685 kilogram sampah terpilah, nan terdiri atas 69 kilogram sampah organik, 390,9 kilogram sampah anorganik, dan 226 kilogram sampah residu.

"Seluruh sampah nan telah dipilah kemudian dikelola sesuai karakteristiknya, mulai dari pengolahan menjadi kompos, didaur ulang menjadi bahan baku baru, hingga penanganan residu secara bertanggung jawab sehingga dapat meminimalkan beban TPA," kata Mamit.

Menurut dia, selain pengelolaan sampah harian, PLN EPI juga menginisiasi pengumpulan busana layak pakai melalui kerjasama dengan Eco Touch sebagai bagian dari upaya memperpanjang siklus hidup produk tekstil dan mengurangi limbah fesyen.

"Hingga Mei 2026, secara akumulatif PLN EPI sukses mengumpulkan 182,95 kilogram busana jejak nan selanjutnya bakal didaur ulang," terang Mamit.

Pengelolaan Sampah jadi Bagian Keberlanjutan

Mamit mengatakan, pengelolaan sampah bukan sekadar aktivitas operasional, tetapi merupakan bagian dari budaya keberlanjutan nan terus dibangun perusahaan.

"Keberlanjutan dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Melalui pemilahan sampah sejak dari sumber, Kami mau membangun kesadaran seluruh insan PLN EPI bahwa setiap perseorangan mempunyai peran dalam mengurangi akibat lingkungan. Langkah mini nan dilakukan secara konsisten bakal memberikan akibat besar bagi keberlanjutan," ucap dia.

Menurut Mamit, kerjasama dengan Waste4Change menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan sistem pengelolaan sampah nan lebih terukur, transparan, dan bertanggung jawab.

"Tidak hanya memastikan sampah dikelola sesuai prinsip lingkungan, kerja sama ini juga memungkinkan perusahaan memantau capaian pengurangan sampah secara berkala sebagai bagian dari penerapan ESG," kata dia.

Edukasi Pentingnya Pengurangan Sampah

Mamit mengatakan, selain penyediaan akomodasi pemilahan sampah, PLN EPI juga secara rutin mengedukasi pegawai mengenai pentingnya pengurangan sampah, penggunaan kembali (reuse), dan daur ulang (recycle), sehingga pengelolaan sampah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

"Program ini sejalan dengan komitmen PLN EPI dalam mendukung sasaran pembangunan berkepanjangan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 (Konsumsi dan Produksi nan Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta mendukung pencapaian sasaran nasional pengurangan sampah," ucap dia.

Ke depan, lanjut Mamit, PLN EPI bakal terus memperluas beragam inisiatif keberlanjutan di lingkungan perusahaan, mulai dari edukasi pegawai untuk bijak dalam mengelola sampah, penerapan program pengurangan sampah, hingga peningkatan partisipasi pegawai dalam beragam program pelestarian lingkungan.

"Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menciptakan operasional nan semakin ramah lingkungan sekaligus mendukung transisi daya nan berkepanjangan di Indonesia," ucap dia.

"Program ini merupakan kelanjutan dari kerjasama PLN EPI dengan Waste4Change dalam membangun sistem pengelolaan sampah nan bertanggung jawab dan terukur di lingkungan perusahaan," jelas Mamit.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑