Taufik Fajar
, Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |07:15 WIB

Bansos 2027 (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah telah mulai membuka registrasi calon penerima support sosial (bansos) 2027 melalui Perlinsos Digital. Pemerintah menargetkan 48 juta masyarakat terdaftar hingga Desember 2026 untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bansos.
Registrasi tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat nan mau menjadi calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) pada 2027. Pemerintah juga mengerahkan beragam unsur, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, abdi negara dan pegawai pemerintahan, hingga TNI-Polri untuk memperluas jangkauan registrasi.
"Hari ini pemerintah menggerakkan seluruh kekuatan nan kita miliki, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, abdi negara dan pegawai pemerintahan, TNI-Polri, hingga membujuk seluruh komponen masyarakat untuk ikut menyukseskan registrasi perlindungan sosial ini," ujar Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui di Kementerian Sosial.
Menurut dia, sasaran 48 juta pendaftar hingga akhir 2026 memerlukan keterlibatan beragam pihak untuk memastikan masyarakat nan memerlukan dapat mengakses proses registrasi.
"Hingga Desember 2026, sasaran kita besar: 48 juta orang terdaftar dalam Perlinsos Digital," katanya. Saat ini, jumlah masyarakat nan telah melakukan registrasi melalui Perlinsos Digital baru mencapai sekitar 5,5 juta pendaftar. Pemerintah bakal memperluas akses dan sosialisasi di wilayah untuk mengejar sasaran tersebut.
Registrasi Bukan Jaminan Dapat Bansos
Luhut menekankan bahwa registrasi merupakan tahap awal dalam proses pendataan dan verifikasi. Dengan demikian, masyarakat nan telah mendaftar tidak secara otomatis ditetapkan sebagai penerima bansos.
"Registrasi ini menjadi fondasi krusial agar penyaluran bansos 2027 semakin tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·