Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mendorong kebutuhan bahan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipenuhi melalui koperasi desa, nelayan, peternak, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan Program MBG dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pemerintah berambisi program penyediaan makanan bergizi tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan perekonomian desa melalui penguatan rantai pasok pangan berbasis potensi lokal.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Program MBG dan KDKMP dirancang saling terintegrasi agar faedah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di desa.
“Kebutuhan bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bakal dipenuhi melalui koperasi desa, termasuk pasokan ikan dan komoditas pangan lainnya nan dihasilkan masyarakat,” ujar Zulkifli.
Ia menegaskan, SPPG perlu memprioritaskan pembelian bahan pangan dari pelaku upaya nan berada di desa. Menurut dia, kebutuhan pangan Program MBG tidak semestinya seluruhnya dipenuhi oleh pemasok besar.
“SPPG kudu membeli dari koperasi desa, koperasi nelayan, BUMDes, alias upaya nan ada di desa itu dan tidak boleh semuanya dibeli dari pemasok besar,” katanya.
Zulkifli mengatakan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, serta beragam upaya desa merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
“Harus ada pusat pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Karena itu dibentuk Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan usaha-usaha desa lainnya agar rakyat ikut menikmati pembangunan,” ujarnya.
Melalui keterlibatan petani, nelayan, peternak, koperasi, BUMDes, dan UMKM dalam rantai pasok MBG, pemerintah berambisi anggaran program dapat memberikan akibat ekonomi nan lebih luas.
Kebutuhan pangan nan terus tersedia bagi SPPG juga diharapkan dapat menciptakan kepastian pasar bagi produk lokal, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor produktif di desa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·