Binti Mufarida
, Jurnalis-Jum'at, 21 Agustus 2026 |15:20 WIB

Karhutla di wilayah Kalimantan.
JAKARTA - Pemerintah terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari strategi pengendalian kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Operasi ini dilakukan guna membantu meningkatkan kesempatan hujan dan membasahi wilayah rawan.
“Pelaksanaannya tetap didukung pemadaman darat, patroli, penemuan dini, serta koordinasi lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, melalui keterangan tertulis nan dikutip Jumat (21/8/2026).
Di Kalimantan Barat, OMC dilaksanakan pada 13–17 Agustus 2026 melalui Posko Pontianak. Dalam periode tersebut dilakukan 9 sorti penerbangan, dengan perkiraan volume curah hujan di wilayah penyemaian mencapai 10,92 juta meter kubik.
Berdasarkan prakiraan cuaca terkini, kesempatan penyelenggaraan OMC kembali terbuka pada 23–27 Agustus 2026. BMKG saat ini tengah berkoordinasi dengan para pihak mengenai untuk mengupayakan penyelenggaraan kembali OMC di Kalimantan Barat pada periode tersebut.
Di Kalimantan Tengah, OMC telah dilaksanakan dalam dua periode, ialah 27 Juli–4 Agustus dan 11–15 Agustus 2026. Operasi tersebut mencakup 13 sorti penerbangan, dengan perkiraan volume curah hujan di wilayah penyemaian sekitar 4,8 juta meter kubik.
“Namun, hingga akhir Agustus 2026, kondisi cuaca di Kalimantan Tengah diprakirakan tetap didominasi kondisi kering dengan pertumbuhan awan hujan nan terbatas,” kata Ristianto.
Karena itu, kesempatan penyelenggaraan OMC dalam waktu dekat sangat minim. Pemantauan atmosfer tetap dilakukan untuk mengidentifikasi andaikan muncul kesempatan penyemaian awan.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·