Pemerintah Filipina Minta MA Izinkan Penangkapan Senator Buronan ICC

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Senator Filipina Ronald "Bato" dela Rosa dan Bong Go menghadiri sidang di Senat nan memberikan perlindungan keamanan (protective custody) kepada dela Rosa mengenai surat perintah ICC di Pasay City, Metro Manila, Filipina (13/5/2026). Foto: Eloisa Lopez/REUTERS

Pemerintah Filipina pada Minggu meminta Mahkamah Agung (MA) Filipina mengizinkan penangkapan Senator Ronald dela Rosa untuk diadili di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengenai perang narkoba berdarah era mantan Presiden Rodrigo Duterte.

Pekan lalu, ICC membuka surat perintah penangkapan terhadap Dela Rosa. Ia dituduh berbareng Duterte dan pihak lain melakukan "kejahatan terhadap kemanusiaan berupa pembunuhan".

Dela Rosa sempat berlindung di gedung Senat Filipina pekan lampau sembari mengusulkan permohonan ke MA agar upaya penangkapannya dihentikan.

Namun dalam arsip nan diajukan ke pengadilan, pemerintah Filipina meminta gugatan tersebut ditolak.

"Melalui tindakannya sendiri, dia telah menempatkan dirinya di luar perlindungan hukum," kata Jaksa Agung Filipina, Darlene Berberabe, seperti diberitakan AFP.

Senator Filipina Ronald "Bato" dela Rosa, pelaksana utama perang narkoba era Presiden Rodrigo Duterte, berada di Senat nan memberikannya perlindungan keamanan mengenai surat perintah ICC di Pasay City, Metro Manila (13/5/2026). Foto: Eloisa Lopez/REUTERS

Dokumen pemerintah tertanggal 16 Mei 2026 menyatakan Dela Rosa tetap dianggap buronan sebelum menyerahkan diri.

"Selama dia belum menyerahkan diri kepada otoritas nan sah, dia kudu dianggap sebagai buronan dan tidak boleh memperoleh support apa pun dari pengadilan," tulis arsip itu nan dibagikan pada Minggu (17/5).

Keberadaan Dela Rosa sekarang belum diketahui setelah dia diam-diam meninggalkan gedung Senat pada Kamis (16/5) lampau setelah bunyi tembakan terdengar pada malam sebelumnya.

Departemen Kehakiman Filipina sebelumnya mengatakan surat perintah ICC baru bakal dijalankan setelah Mahkamah Agung memutus permohonan Dela Rosa, selain jika dia mencoba melarikan diri ke luar negeri.

Dela Rosa nan dijuluki "Bato" itu menilai surat perintah ICC tidak sah lantaran Filipina sudah keluar dari keanggotaan pengadilan internasional itu pada 2019.

Namun pemerintah Filipina menegaskan penarikan diri dari ICC tidak menghapus tanggungjawab negara untuk bekerja sama dalam proses norma nan telah dimulai sebelumnya.

ICC mulai menyelidiki perang narkoba Duterte sejak 2018.

Senator Filipina dan mantan kepala polisi Ronald "Bato" Dela Rosa berswafoto dengan para pendukung mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte selama aktivitas peringatan ulang tahunnya nan ke-80 di kota Davao City, Filipina, Jumat (28/3/2025). Foto: Eloisa Lopez/REUTERS

Operasi anti-narkoba nan diluncurkan Duterte setelah menjabat presiden pada 2016 menewaskan ribuan orang, termasuk pengguna dan pengedar mini narkoba, menurut golongan HAM.

Duterte ditangkap pada Maret tahun lampau dan diterbangkan ke Belanda untuk menghadapi proses norma di Den Haag.

Sementara Dela Rosa adalah kepala kepolisian nasional Filipina pada 2016-2018 sebelum kemudian terpilih menjadi senator pada 2019.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan