Foto udara pembimbing dan siswa melintasi jembatan tali baja penghubung Dusun Sarah Sare dan Dusun Durian saat pulang sekolah di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Senin (20/7/2026). Guru dan siswa di area itu terpaksa menggunakan jemb(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diminta segera merekonstruksi empat jembatan gantung nan rusak akibat banjir di Aceh. Pasalnya, jembatan itu merupakan penghubung anak-anak ke sekolah.
"Kami mendesak BNPB agar empat jembatan vital ini segera dibangun kembali. Penanganan ini sangat mendesak lantaran menyangkut keselamatan anak-anak sekolah dan keberlangsungan roda ekonomi warga," ujar Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, di Banda Aceh, Selasa (28/7).
Sebelumnya sebuah video viral menunjukkan perjuangan pelajar di Aceh kudu bertaruh nyawa saat menyeberangi sungai menuju sekolah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh beberapa waktu terakhir ini.
Menurut Nasir ada empat letak dengan jembatan gantung nan rusak ialah jembatan Desa Kendawi di Kecamatan Dabun Gelang, Gayo Lues, jembatan Sikundo Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, serta Jembatan Gantung Lhok Kuyun di Kecamatan Sawang, Aceh Utara, dan gantung penghubung nan menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera Kabupaten Aceh Utara.
Adapun salah satu letak nan menjadi perhatian kritis berada di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Di wilayah tersebut, para siswa terpaksa melintasi sisa-sisa jembatan gantung nan rusak parah untuk bisa menyeberangi sungai.
"Pemerintah Aceh berambisi pemerintah pusat melalui BNPB dapat memberikan perhatian unik dan mempercepat alokasi anggaran penanganan pascabencana," ucap Nasir.
Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana BNPB, Muhammad Dirhamsyah berjanji mengawal percepatan rekonstruksi empat jembatan di Aceh.
"Kami telah mencatat seluruh usulan prioritas ini dan siap menyampaikannya secara langsung kepada Kepala BNPB," kata Dirhamsyah. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·