Pemerintah Buka Peluang Insentif Karbon bagi Pelabuhan Hijau

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Nani mengatakan, aspek ramah lingkungan menjadi komponen utama dalam asesmen Green and Smart Port dengan berat 80 persen, sedangkan aspek penerapan teknologi dan digitalisasi alias smart port berbobot 20 persen.

Dia menjelaskan penilaian aspek ramah lingkungan mencakup pengelolaan limbah pelabuhan dan kapal, penggunaan daya terbarukan, restorasi mangrove alias rimba bakau, serta upaya pengurangan emisi karbon.

"Yang paling krusial adalah perhatian terhadap lingkungan. Jadi sampai ke tanam mangrove itu juga diwajibkan, lampau ada renewable energy juga diharapkan, dan pengelolaan limbah dari port-nya sendiri maupun dari kapal nan masuk itu juga dinilai," ucap Nani.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Bidang Pangan Tatang Yuliono mengatakan kesempatan insentif tersebut dapat meningkatkan minat operator pelabuhan mengikuti asesmen Green and Smart Port.

"Kita percaya jika ada insentif atas Green and Smart Port, maka secara otomatis jika diwajibkan, tentu pelabuhan bakal sangat senang memenuhi lantaran ada insentif dan ada opportunity nan didapat," ucap Tatang.

"Sebagai mitra pemerintah dalam penyelenggaraan asesmen, Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jasa survei IDSurvey mendukung penyusunan standar dan proses sertifikasi pelabuhan hijau di Indonesia," jelas Tatang.

Kemudian, Chief Operating Officer IDSurvey David Sirait menambahkan, transformasi menuju Green and Smart Port bukan sekadar memenuhi ketentuan regulasi, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing nasional.

Menurut dia, IDSurvey berbareng PT Sucofindo, PT Surveyor Indonesia, dan PT Biro Klasifikasi Indonesia berkomitmen mendukung pengembangan Green and Smart Port melalui jasa asuransi, verifikasi, inspeksi, dan sertifikasi guna memperkuat sistem logistik nasional.

"Transformasi menuju Green and Smart Port ini bukan hanya tentang kepatuhan regulasi, tapi keberlanjutan. Kalau daya saing meningkat, keahlian logistik makin baik, dan ekonomi nan kita cita-citakan semakin baik," jelas David.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑