Kementerian Kebudayaan tengah mematangkan kajian komprehensif untuk mempercepat proses restorasi kompleks Candi Prambanan dalam upaya melestarikan cagar budaya tersebut. Dalam melakukan proses restorasi ini apalagi pemerintah membuka kesempatan kerja sama internasional.
Sesuai dengan norma pemugaran nan ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), restorasi tiga perempat area candi bakal dilakukan secara berdikari oleh tim mahir nasional Indonesia.
Kemudian, pemerintah India sudah berkomitmen untuk mendukung pemugaran satu kuadran alias seperempat area Candi Perwara di kompleks tersebut.
Candi Prambanan sendiri merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia nan berada di wilayah manajemen Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pintu masuk nan berada di wilayah manajemen Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Pemugaran bakal dilakukan di area candi-candi perwara nan mengelilingi tiga candi utama, ialah Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu. Sayangnya, proses pemugaran ini tetap menghadapi tantangan teknis, berupa kesiapan material batu original di letak candi.
Sementara, batu pembangunan candi diperkirakan telah terdispersi, hanya menyisakan antara 10 hingga 30 persen material original di setiap titik candinya.
Kondisi keaslian material batu juga beragam; tetap ada nan utuh, tapi ada juga nan pecah, hingga mengalami degradasi dan pelapukan akibat penggaraman serta pengaruh aspek lingkungan mikro.
"Kami sedang membahas gimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini, tentu saja kelak bakal melibatkan banyak mahir sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh," kata Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, seperti dikutip dari Antara.
Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa pemugaran menyeluruh candi tak hanya bermaksud untuk memulihkan bangunan, melainkan juga menjaga ekosistem pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan religi nan dapat mendatangkan faedah berkepanjangan bagi masyarakat.
"Langkah ini diambil guna melestarikan cagar budaya monumental peninggalan abad ke-9 Masehi tersebut secara utuh, sekaligus mengukuhkannya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage nan berakibat bagi masyarakat," katanya dalam keterangan pers kementerian nan diterima di Jakarta pada Rabu (9/9).
Dia berharap, proses restorasi ini bisa semakin meningkatkan keberagaman jumlah visitor nan datang ke Candi Prambanan.
Tak hanya melakukan proses restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan, pemerintah juga tengah merencanakan perihal nan sama untuk Candi Sewu, kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Candi Sewu berada di wilayah Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·