Rohman Wibowo
, Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |10:22 WIB

Wamenko soal Nataru (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah resmi menggulirkan paket stimulus ekonomi sektor transportasi terpadu untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat dan perjalanan wisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Melalui kebijakan insentif tarif ini, pemerintah membidik pergerakan penumpang dapat menembus lebih dari 130 juta orang guna menggerakkan roda perekonomian nasional hingga ke tingkat daerah.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menekankan soal pemberian insentif tarif perjalanan ini dirancang untuk menjaga daya beli sekaligus menahan potensi lonjakan nilai tiket nan kerap terjadi pada momentum libur akhir tahun. Pemerintah optimistis mobilitas tahun ini mencatatkan rekor tertinggi seiring bertambahnya masyarakat nan memanfaatkan potongan tarif pikulan umum.
"Dulu itu 90 juta masyarakat nan menerima faedah dari potongan nilai transportasi Nataru, sekarang sudah 110 juta ya, dan mungkin diperkirakan tahun ini 127 juta. Tapi mudah-mudahan bisa ada 130 juta lebih nan melakukan perjalanan selama musim Nataru. Diskon nan bakal diberikan oleh pemerintah agar shopping masyarakat nan jika akhir tahun biasanya harganya naik, itu bisa harganya lebih terjangkau, jadi masyarakat lebih antusias untuk berbelanja ya, lantaran jika masyarakat berbelanja, ekonomi tumbuh," ujar Dradjad dalam peluncuran program stimulus transportasi untuk libur Nataru, di anjungan Sarinah, Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Peluncuran stimulus ini melibatkan kerjasama lintas kementerian teknis berbareng badan upaya milik negara guna memastikan jangkauan jasa melangkah maksimal. Program tahunan ini kembali dihadirkan setelah terbukti efektif mendongkrak perputaran duit di sektor riil dan pariwisata wilayah pada periode-periode sebelumnya.
"Nah, program ini atas perintah, pengarahan Bapak Presiden Prabowo. Dan pemerintah sudah jalankan beberapa tahun, kita lanjutkan dari tahun lampau lantaran terbukti sudah memberikan akibat nan sangat bagus bagi mobilitas masyarakat maupun bagi ekonomi nasional dan juga ekonomi di daerah," jelas Dradjad.
Dukungan fiskal untuk program stimulus Nataru kali ini dipertebal secara signifikan dengan menyasar moda darat, laut, penyeberangan, hingga udara. Selain memperluas alokasi subsidi tarif, pemerintah meminta masyarakat mengatur agenda keberangkatan sejak awal demi menjamin kelancaran arus transportasi publik.
9 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·