Pemerintah Bekukan Rekening Penerima Bantuan Langsung Tunai yang Terindikasi Judol 

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Pemerintah Bekukan Rekening Penerima Bantuan Langsung Tunai nan Terindikasi Judol  Warga memperlihatkan duit tunai support sosial Program Keluarga Harapan (bansos PKH) nan diterimanya di Kantor Pos Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan( ANTARA FOTO/Arnas Padda/tom.)

PEMERINTAH menghentikan penyaluran bantuan langsung tunai alias support sosial (bansos) pada family penerima faedah (KPM) nan rekeningnya terindikasi gambling online (judol). 

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sulawesi Selatan Malik Faisal mengatakan pemerintah terus melakukan cleansing info terhadap masyarakat nan tak layak menerima bansos. 
  
"Bansos nan ada terminate namanya, itu lantaran terindikasi judol, kasusnya kompleks dan tidak semua sama. Ada nan rekeningnya dipake Judol," terang dia, di Makassar, Selasa (11/8).

Ia menjelaskan perbaikan info dilakukan lantaran masyarakat nan berada di di desil 1 dan 2 alias layak menerima bansos terpaksa ditangguhkan. Itu lantaran rekeningnya disalahgunakan untuk bansos.

Ia mengungkapkan seorang nenek di Kabupaten Takalar rekening untuk penerima support langsung tunai digunakan anaknya untuk judi online.

 "Dipakai pendampingnya, lantaran PKH itu per 10 orang ada 1 pendampingnya, tapi dia penerima juga," ucap dia.

Oleh lantaran itu, pemerintah memperbaiki rekening penerima support langsung tunai dengan by name by adress di kabupaten/kota. Bansos tersebut  ditransfer langsung dari pemerintah pusat ke masing-masing penerima. Sementara Pemerintah Provinsi hanya memperoleh dapat info kolektif, penerima bansos per kabupaten.

Dinsos Sulsel merilis penerima Bansos di Sulsel meningkat dari Desember 2025 sekitar 300.000 family penerima faedah (KPM) menjadi 311.000 saat ini pada Program Keluarga Harapan (PKH).

Penerima support langsung tunai, kata Malik, naik sebesar 10 ribu orang. Ia menyebut ada kemungkinan jumlah orang miskin di wilayah itu bertambah alias kuota nan diberikan pemerintah provinsi ditambah. (Ant/H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia