Pemerintah AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp 17,88 Triliun

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta -

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan ekonomi Iran mendekati titik krisis. Hal itu dikatakan sembari mengumumkan AS telah menyita sekitar US$1 miliar alias setara Rp 17,88 triliun (Rp 17.881) aset mata uang digital Iran.

"Kami telah menyita sekitar satu miliar dolar mata uang digital mereka. Kami langsung mengambil," ujar Bessent dikutip dari FOX Business, Sabtu (30/5/2026).

Bessent mengatakan kampanye pemerintah AS telah sukses membikin situasi ekonomi Iran kritis. Kampanye itu disebut Operation Economic Fury.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir antara lima separuh hingga enam minggu kampanye militer nan sangat sukses dan kemudian Operasi Economic Fury, di mana kami betul-betul memutus pasokan mereka...mereka sekarang berada di ujung pemisah keahlian finansial mereka," tegas Bessent.

Menurut Bessent, inflasi Iran saja sudah melonjak hingga 200%. Kemampuan pasukan Iran juga disebut telah kritis lantaran tidak dibayar.

"Saya pikir 40 alias 50% dari pasukan [Iran] tidak dibayar. Polisi tidak melapor ke instansi polisi. Inflasi mungkin sudah melampaui 200%. Mereka sampai kudu membagikan voucher makanan. Mereka telah mematikan internet," terang Bessent.

Selain aset kripto, AS menyatakan sejak tahun lampau telah sukses merampas banyak aset lainnya di Iran, mulai dari properti hingga perbankan.

"Kami bekerja sama dengan sekutu kami di seluruh Eropa untuk merebut vila, rumah, dan properti. Dan ini adalah duit nan dicuri dari rakyat Iran," pungkas Bessent.

(ada/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance