Rohman Wibowo
, Jurnalis-Kamis, 05 Februari 2026 |07:51 WIB

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berjumpa Direktur Utama BRI, Hery Gunardi. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berjumpa Direktur Utama BRI, Hery Gunardi. Dalam pertemuan tersebut, Maruarar menegaskan capaian perumahan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus meningkat, seiring support perbankan nasional, termasuk BRI.
"Karena kontribusi BRI untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 ada 16.000 unit rumah nan dibiayai oleh BRI, dan tahun 2025 menjadi 32.000 unit rumah. Ini kenaikan persentase terbesar. Pak Dirut, saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya," kata Maruarar di instansi BRI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Capaian 32 ribu unit rumah bersubsidi nan dibiayai BRI, kata Ara, setara dengan puluhan ribu masyarakat berpenghasilan rendah nan kebutuhan papannya terjamin.
"Apakah itu petani, nelayan, buruh, ART, supir, ojek, dan lain-lain, mereka bisa mendapatkan rumah berkah kerja keras BRI," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Ara membeberkan torehan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nan mencatat sejarah dalam kebijakan rumah bersubsidi di Indonesia. Pada 2023, capaian FLPP rumah subsidi mencapai 229 ribu unit, jumlah terbesar sejak 2010. Angka ini terus meningkat di pemerintahan saat ini.
"Baru setahun pemerintahan Presiden Prabowo, tahun 2025, terjadi kenaikan luar biasa ialah 279 ribu unit rumah. Jadi ada kenaikan sekitar 50 ribu unit dalam setahun," katanya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·