Pembangunan Kampus Baru Jawab Meningkatnya Kebutuhan Pendidikan Internasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pembangunan Kampus Baru Jawab Meningkatnya Kebutuhan Pendidikan Internasional Ilustrasi(Dok Sekolah Pelita Harapan)

MENINGKATNYA kebutuhan pendidikan internasional di Jakarta Utara mendorong Sekolah Pelita Harapan (SPH) Pluit memperluas kapabilitas jasa melalui pembangunan kampus permanen baru di area Pluit. Kampus nan ditargetkan beraksi pada awal 2028 tersebut bakal meningkatkan daya tampung sekolah dari sekitar 500 siswa menjadi 1.200 siswa.

Pembangunan kampus baru ditandai dengan peletakan batu pertama nan berjalan di Jakarta Utara, Selasa (2/6). Kampus nan berdiri di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektare itu direncanakan rampung pada Desember 2027 dan mulai menerima siswa pada Januari 2028 untuk jenjang Kindergarten hingga Grade 12.

Chairwoman SPH, Aileen Riady, mengatakan pembangunan kampus baru merupakan corak komitmen jangka panjang sekolah dalam menjawab kebutuhan masyarakat nan terus berkembang.

“Kampus baru ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami kepada keluarga-keluarga di Jakarta Utara dan generasi pemimpin Indonesia maupun dunia di masa depan. Kami membangun bukan sekadar ruang kelas, melainkan sebuah organisasi tempat siswa dapat bertumbuh secara intelektual, kreatif, spiritual, dan relasional,” ucap Aileen.

Menurutnya, perkembangan area Pluit dan sekitarnya sebagai pusat permukiman dan aktivitas ekonomi baru turut meningkatkan kebutuhan akses pendidikan berstandar internasional. Kawasan tersebut sekarang menjadi tempat tinggal banyak family profesional, pelaku usaha, dan organisasi internasional nan memerlukan pilihan pendidikan dunia bagi anak-anak mereka.

Presiden Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), Jonathan Parapak, mengungkapkan pembangunan kampus permanen ini merupakan hasil perjuangan panjang nan telah berjalan lebih dari satu dekade.

“Anugerah Tuhan nan luar biasa setelah bertahun-tahun perencanaan, doa, dan ketekunan, akhirnya seluruh perizinan nan diperlukan dapat diselesaikan sehingga pembangunan ini dapat dimulai,” katanya.

Jonathan menjelaskan kampus SPH Pluit nan saat ini beraksi di kompleks Lippo Mall Pluit sejak awal memang dirancang sebagai letak sementara sembari menunggu pembangunan kampus permanen. Namun proses perizinan nan panjang membikin realisasi pembangunan baru dapat dilakukan setelah nyaris 12 tahun.

Peletakan batu pertama tersebut juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya investasi pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Saya setuju bahwa pendidikan adalah investasi sumber daya manusia. Ini bukan hanya tentang pembangunan bentuk sekolah, tetapi nan lebih krusial adalah membentuk karakter generasi masa depan dan memastikan bangsa kita dibangun dengan kuat,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Pendiri dan Ketua Dewan Pembina YPPH, James Riady. Menurutnya, pendidikan mempunyai peran strategis dalam membentuk kualitas kepemimpinan nasional di masa depan.

“Pendidikan adalah salah satu langkah paling strategis untuk membentuk masa depan Indonesia. SPH Pluit datang bukan hanya untuk mengejar kelebihan akademik, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan nan mempunyai hikmat, integritas, belas kasih, dan iman,” sebut James.

Selain memperluas kapabilitas siswa, kampus baru juga dirancang untuk mendukung pengembangan beragam kompetensi nan semakin dibutuhkan di era transformasi digital dan kepintaran buatan (AI). Fokus pembelajaran mencakup keahlian berpikir kritis, kepemimpinan, kewirausahaan, komunikasi global, literasi teknologi, dan kesiapan menghadapi perubahan bumi kerja masa depan.

Coordinator of SPH Schools, Sheldon North, mengatakan akomodasi baru bakal memberikan ruang nan lebih luas untuk pengembangan beragam program akademik dan nonakademik tersebut.

“SPH Pluit bakal terus memperkuat standar akademik internasional sembari membangun lingkungan belajar nan penuh kepedulian dan siap menghadapi masa depan. Kampus baru ini memungkinkan kami memperluas beragam kesempatan dalam pembelajaran berbasis AI, kewirausahaan, seni, olahraga, dan pembentukan kepemimpinan global,” tuturnya.

Kampus baru SPH Pluit bakal mempunyai luas gedung sekitar 22.000 meter persegi nan terdiri atas tiga lantai. Berbagai akomodasi modern bakal tersedia, mulai dari laboratorium sains dan teknologi, ruang pembelajaran berbasis AI, akomodasi seni dan musik, lapangan olahraga, kolam renang, gymnasium, aula serbaguna, hingga area pembelajaran luar ruang.

Executive Director YPPH, Stephanie Riady, mengatakan pembangunan kampus baru merupakan hasil kerjasama beragam pihak nan telah mendukung perjalanan sekolah selama bertahun-tahun.

“Proyek ini merupakan hasil dari bertahun-tahun visi, ketekunan, dan kolaborasi. Kami berterima kasih atas support para orang tua, pendidik, pemimpin pemerintahan, dan seluruh pihak nan telah melangkah berbareng menuju pencapaian krusial ini,” terangnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia