Pembangunan 2.838 Jembatan Perintis Dikebut, Sudah Rampung 49,9%

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah terus mengebut pembangunan ribuan jembatan perintis Garuda di beragam wilayah terpencil. Langkah ini dilakukan untuk membuka akses bagi penduduk sekitar nan selama ini terisolasi dan kudu menyeberangi sungai untuk bepergian.

Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan program pembangunan ribuan jembatan perintis ini dimulai saat Presiden Prabowo Subianto mengetahui banyak penduduk di wilayah-wilayah terpencil nan kudu menyeberangi sungai hanya untuk bepergian.

"Percepatan pembangunan jembatan nan dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto pada 28 November tahun 2025, menyusul banyaknya laporan, temuan, dan video mengenai anak-anak sekolah di wilayah terpencil nan kudu bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras lantaran tidak adanya jembatan nan layak," kata Kurnia dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Program ini merupakan upaya percepatan penyediaan akses dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil, terisolasi, dan wilayah terdampak musibah dengan titik konsentrasi utama untuk membuka konektivitas nan selama ini menghalang mobilitas masyarakat, pengedaran logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi," sambungnya.

Dalam pelaksanaannya, Prabowo membentuk satuan tugas unik nan dipimpin TNI Angkatan Darat. Bertugas untuk membangun 2.838 jembatan perintis dengan prioritas di wilayah-wilayah dengan tingkat keterisolasian tinggi.

"Berdasarkan info Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat per 28 Juli 2026, program jembatan Garuda menargetkan pembangunan 2.838 titik jembatan nan tersebar di 38 provinsi dengan prioritas kabupaten dan kota nan mempunyai tingkat keterisolasian tinggi serta kebutuhan konektivitas mendesak," ujarnya.

Lebih lanjut, menurutnya dari jumlah pembangunan tersebut, 1.416 titik alias 49,9% jembatan telah selesai dibangun. Sementara 1.422 titik alias 50,1% jembatan perintis lainnya tetap dalam pengerjaan.

"Jenis jembatan bailey, total titik ada 112, nan sudah selesai 80, presentase selesai 71,4%. Kemudian nan kedua jembatan armco, total titik 652, selesai dikerjakan 524, presentase selesainya 80,4%. Jenis jembatan beton, total titik 1.246, selesai 458 dengan tingkat presentase selesai 32,7%," papar Kurnia.

"Sedangkan jembatan perintis itu total titik ada 828, selesai 334, presentase selesai 40,3%. Sehingga jika diakumulasikan total titiknya ada 2.838, selesai dikerjakan 1.416 dengan tingkat presentase selesai 49,9%," jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Kurnia mengatakan program jembatan perintis Garuda nan sudah rampung telah menghubungkan sekitar 7.371 desa dan kelurahan dengan jumlah masyarakat penerima faedah mencapai 4.252.500 jiwa. Program ini turut mempermudah akses menuju 8.505 sekolah dan 4.250 akomodasi kesehatan serta menghubungkan 4.360 akomodasi ekonomi seperti pasar.

Dalam perihal ini, keberadaan jembatan perintis nan sudah selesai dibangun ini sukses memangkas waktu tempuh penduduk sekitar. Menurutnya pada titik-titik nan telah tersambung jembatan, waktu tempuh masyarakat berkurang antara 45 hingga 50 menit.

"Dari sisi ekonomi, biaya logistik hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan turun sekitar 30% hingga 50%. Sementara waktu pengedaran hasil panen menjadi lebih singkat sehingga kualitas komoditas lebih terjaga dan pendapatan petani meningkat," ujar Kurnia.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance