Pembangkit Listrik Captive Berbasis Fosil Makin Besar, Ini Dampaknya

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Pembangkit Listrik Captive Berbasis Fosil Makin Besar, Ini Dampaknya

Pembangkit Listrik Captive Berbasis Fosil Makin Besar, Ini Dampaknya (Foto: Freepik)

JAKARTA - Kapasitas pembangkit listrik captive berbasis bahan bakar fosil makin besar. Hal ini berpotensi meningkatkan emisi sektor ketenagalistrikan dan menganggu proses transisi daya industri. Kondisi ini terjadi seiring meningkatnya kebutuhan listrik sektor manufaktur dan program hilirisasi nasional.

Pembangkit listrik captive merupakan akomodasi pembangkit nan dibangun dan dioperasikan langsung oleh pelaku industri untuk memenuhi kebutuhan listriknya sendiri, tanpa berjuntai pada sistem kelistrikan nasional.

Lembaga kajian daya Institute for Essential Services Reform (IESR) mencatat kapabilitas pembangkit captive meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir dan berisiko menjadi sumber utama emisi andaikan tidak diimbangi dengan penguatan jaringan listrik nasional serta peningkatan akses daya terbarukan bagi industri.

Direktur Riset dan Inovasi IESR Raditya Wiranegara menjelaskan kapabilitas pembangkit captive naik dari 14 gigawatt (GW) pada 2019 menjadi 33 GW pada 2024.

“Tambahan sekitar 17,4 GW dari pembangkit batu bara dan gas tetap berada dalam pipeline proyek setelah 2024, seiring dorongan program hilirisasi pemerintah,” kata Raditya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan tren nan sangat pesat dan belum sepenuhnya terkendali, terutama lantaran kebutuhan daya industri meningkat tajam. Saat ini, sekitar 5 GW pembangkit batu bara dan 2,5 GW pembangkit gas telah memasuki tahap konstruksi.

IESR memproyeksikan pada 2060 permintaan listrik sektor industri bakal meningkat hingga 43% dari total kebutuhan nasional nan diperkirakan mencapai 1.813 terawatt hours (TWh). Tanpa penguatan jaringan listrik dan kemudahan akses daya terbarukan, pembangkit captive berpotensi menjadi penyumbang emisi terbesar di sektor ketenagalistrikan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com