
Pemangkasan BUMN 1.000 Jadi 200 Perusahaan Rampung Tahun Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - CEO Danantara Rosan Roeslani menargetkan pemangkasan jumlah badan upaya milik negara (BUMN) dari 1.000 menjadi 200 perusahaan rampung pada 2026.
“Tadi kami menyampaikan rencana tahun 2026, termasuk juga penyesuaian dari jumlah BUMN,” ujar Rosan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 4 Februari 2026.
Pemangkasan Jumlah BUMN
Dalam rapat tertutup nan berjalan kurang dari dua jam tersebut, Rosan mengungkapkan membahas soal langkah-langkah nan bakal ditempuh dalam penyesuaian jumlah BUMN.
Selain itu, Rosan juga membahas apa saja program-program Danantara sepanjang 2026, serta proyek-proyek nan bakal dieksekusi sepanjang 2026.
“Juga gimana rencana untuk mencapai sasaran dari 2026, lebih-lebih seperti itu,” ujar Rosan.
Merger BUMN
Secara terpisah, COO Danantara Dony Oskaria menyampaikan pada 2025, Danantara sudah melakukan impairment alias penurunan nilai tercatat suatu aset nan melampaui nilai nan dapat dipulihkan.
“Setelah rapi buku-bukunya, bisnisnya kami restrukturisasi, termasuk penurunan utang-utangnya,” tutur Dony.
Setelah itu, lanjut Dony, barulah masuk ke fase konsolidasi upaya melalui merger BUMN. Adapun BUMN nan bakal dilebur merupakan BUMN-BUMN nan dinilai tidak efektif. Baik tidak efektif lantaran ukurannya nan terlalu mini alias merugi.
“Misalkan, kita punya air minum, kita punya travel agent kecil, ya buat apaan? Logistik, tetapi mini skalanya. Nah, itu nan kami pangkas, terus nan selama ini juga rugi,” ucap Dony.
Meskipun demikian, Dony juga menegaskan bahwa Danantara tidak menutup kemungkinan bakal ada tambahan BUMN andaikan potensi industrinya besar dan belum ada BUMN-nya.
“Namanya industri berkembang, tentu kita juga kudu mengikuti,” kata Dony.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·