Perajin kayu tengah membersihkan perangkat listrik nan dimilikinya. Pemadaman listrik nan cukup lama telah mengganggu usahanya.(MI/NURUL HIDAYAH)
PEMADAMAN listrik bergilir mulai berakibat terhadap pelaku usaha. Tidak hanya pelaku usaha, rumah tangga pun mengeluhkan pemadaman listrik.
Pemadaman listrik salah satunya berakibat pada upaya kerajinan kayu dan furniture di Kota Cirebon. “Pemadaman listrik sangat mengganggu upaya ini,” tutur Nico Sparta, Minggu (21/6).
Dia menambahkan pemadaman listrik terjadi pada Jumat (19/6) dan Sabtu (20/6) dengan lama waktu nan cukup lama.
“Padahal sebagian besar peralatan di sini menggunakan listrik,” tuturnya.
Pemadaman listrik telah mengganggu usahanya untuk memenuhi pemesanan pelanggannya. Salah satunya pigura kayu nan terlambat dikerjakan.
“Harusnya Jumat kemarin, tapi ini baru selesai Sabtu. Untung selesainya sebelum listrik meninggal lagi,” tutur Nico.
Dia mengaku kejadian meninggal listrik ini baru terjadi. Biasanya listrik meninggal hanya sehari, itu pun tidak lama. Tapi minggu ini dua hari berturut-turut dan lama.
Tidak hanya usaha, pemadaman listrik juga dikeluhkan ibu rumah tangga. Salah satunya Lilis, penduduk Karangturi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
“Minggu ini listrik meninggal hari Kamis (18/6). Namun hanya sekitar satu jam listrik sudah menyala kembali," paparnya.
Dia mengaku tidak terlalu bermasalah lantaran listrik meninggal di siang hari.
Namun pekan lalu, lanjut Lilis, listrik meninggal nyaris tiga jam, mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.30 WIB. “Saya sangat kerepotan lantaran tidak bisa menyalakan laptop untuk bekerja,” tuturnya.
Dia mengaku selama ini di wilayah tempat tinggalnya listrik jarang mati. Kalau pun meninggal tidak pernah dalam jangka waktu nan lama.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi listrik mati. Sangat menyusahkan,” tuturnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·