Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Tuntas 100 Persen

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Tuntas 100 Persen Kebakaran TPA Jatiwaringin.(Antara)

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan operasi pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, sukses dituntaskan 100% setelah berjalan selama delapan hari, 3-10 Juli 2026. Keberhasilan tersebut disebut menjadi bukti pentingnya kerjasama lintas sektor dalam penanganan kebakaran.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki mengapresiasi personel Manggala Agni dan jejeran Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut nan terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan pemadaman juga tidak lepas dari support Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), BNPB, Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta TNI dan Polri.

"Penanganan kebakaran rimba dan lahan memerlukan kerjasama dari para pihak dan tidak boleh ada egosektoral," ujar Rohmat, Rabu (15/7). 

Ia mengatakan penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin merupakan penerapan pengarahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni nan sebelumnya menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pengendalian kebakaran rimba dan lahan (karhutla).

Dalam operasi tersebut, sebanyak 41 personel Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Wilayah Jawa Bali Nusra dan Sulawesi diterjunkan ke lokasi. Dari total luas TPA sekitar 33 hektare, area nan terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 15 hektare. Selama proses pemadaman, petugas menggunakan sekitar 9,4 juta liter air untuk membasahi dan memadamkan titik api.

Kemenhut menjelaskan keberhasilan operasi didukung penerapan manajemen 5M, meliputi pengelolaan area dan asap melalui pemetaan berkala, pengelolaan sumber air, pengaturan sumber daya manusia, optimasi sarana dan prasarana, serta pemenuhan kebutuhan logistik personel. Tim juga menerapkan metode penanganan unik mengingat karakter kebakaran di timbunan sampah berbeda dengan kebakaran lahan gambut. 

Selama operasi, petugas menghadapi beragam kendala, mulai dari asap tebal, gas metana, hingga kerusakan selang akibat pecahan beling.  Meski demikian, seluruh personel dilaporkan menyelesaikan tugas dengan selamat dan dinyatakan sehat berasas hasil pemeriksaan kesehatan pascaoperasi.

Mengacu pada sejumlah kejadian kebakaran TPA pada 2023 serta prediksi BMKG nan menyebut puncak musim tandus tahun ini bakal terjadi pada Agustus, Kemenhut menyatakan bakal memperkuat langkah pencegahan. Kementerian Kehutanan berbareng Kementerian Lingkungan Hidup bakal meningkatkan koordinasi untuk memetakan TPA di beragam wilayah sebagai upaya mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia