Peluncuran Buku Bees and Trees: Menjaga Simbiosis Lebah Madu dan Hutan Tropis

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Menjaga Simbiosis Lebah Madu dan Hutan Tropis Warga memanen madu hutan(MI/HO)

MOMENTUM peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi saksi peluncuran karya literasi krusial bagi ekosistem hutan tropis. Buku berjudul Bees and Trees: Book One – Asian Giant Honey Bees, Flowers and Forest Peoples resmi diperkenalkan di Jakarta pada Jumat (5/6/2026). Peluncuran ini digagas oleh PARARA Environment Day bekerja-sama dengan NTFP-EP Asia dan Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI).

Mengusung tema “Fokus pada Lebah dan Pohon”, kitab ini bukan sekadar pengarsipan ilmiah, melainkan sebuah refleksi mendalam mengenai masa depan petani madu rimba dan keberlanjutan ekosistem di tengah ancaman perubahan suasana nan kian nyata.

Simbiosis nan Terancam

Buku ini mengupas tuntas hubungan simbiosis mutualisme antara lebah rimba raksasa Asia dengan pohon-pohon penghasil pakan. Pohon menyediakan nektar, serbuk sari, dan tempat bersarang, sementara lebah bertindak sebagai pemasok penyerbuk alami nan memastikan regenerasi rimba tetap berjalan. Namun, keselarasan ini sedang berada di ujung tanduk.

Peneliti Pusat Riset Biologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sih Kahono, mengungkapkan bahwa alih kegunaan lahan menjadi perkebunan monokultur, seperti kelapa sawit, telah memangkas kediaman alami lebah secara drastis. Selain itu, anomali cuaca akibat perubahan suasana mengganggu siklus berbunga tanaman, nan berujung pada terganggunya siklus hidup koloni lebah.

“Koloni lebah ini beranjak berasas musim. Suatu saat mereka bakal kembali ke rimba asalnya. Masalahnya, gimana jika saat mereka kembali, hutannya sudah lenyap alias berubah menjadi pemukiman?” ujar Sih Kahono dalam peluncuran tersebut.

Data Teknis Buku & Konteks Ekosistem:

Aspek Detail Informasi
Spesies Utama Apis dorsata dan Apis binghami
Cakupan Wilayah 5 Negara di Asia
Konten Visual 16 Ilustrasi botani manual oleh IDSBA
Ancaman Utama Deforestasi, Pestisida, Perubahan Iklim, Erupsi Gunung Api

Tantangan Ekonomi dan Sosial

Krisis ini tidak hanya berakibat pada alam, tetapi juga pada kesejahteraan manusia. Di Flores, erupsi gunung api dilaporkan merusak pohon-pohon pakan lebah, nan diperparah dengan penurunan daya beli masyarakat terhadap produk madu hutan. Hal ini menakut-nakuti mata pencaharian masyarakat budaya dan lokal nan selama ini berjuntai pada hasil rimba bukan kayu (HHBK).

Menanggapi perihal tersebut, Junaidi Zain dari Koperasi Hutan Lestari menekankan pentingnya tata kelola rimba nan bijak. Ia menegaskan komitmen untuk tidak membuka lahan perkebunan di area lindung dan konsentrasi pada pemanfaatan HHBK seperti madu, kemiri, kayu manis, dan rotan.

“Penerapan standar panen lestari sangat krusial. Dengan menjaga pohon madu dan pohon penghasil nektar, kita memastikan produksi madu tetap berkepanjangan tanpa merusak alam,” jelas Junaidi.

Edukasi Melalui Seni Botani

Salah satu daya tarik utama kitab Bees and Trees adalah keterlibatan Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA). Sebanyak 16 ilustrasi botani manual ditampilkan untuk mengedukasi publik mengenai jenis-jenis pohon nan menjadi tumpuan hidup lebah. Melalui pendekatan seni, diharapkan kesadaran masyarakat dan kreator kebijakan meningkat untuk melindungi kediaman lebah sebagai bagian dari sistem pangan nasional.

Buku ini diharapkan menjadi katalisator bagi konsumen dan bumi upaya untuk mendukung praktik panen madu nan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap sisa-sisa rimba hujan tropis Asia nan tetap ada. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia