Ilustrasi(MI/Insi Nantika Jelita)
PT Pelayaran Nasional Indonesia alias Pelni (Persero) menyiapkan pembangunan tiga kapal baru dengan menggunakan kreasi dari perusahaan asal Italia. Sementara itu, proses produksinya bakal diarahkan untuk melibatkan industri galangan kapal dalam negeri guna mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).
Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya mengatakan, kreasi untuk tiga kapal tersebut telah ditetapkan melalui proses tender terbuka. Perusahaan asal Italia dipilih untuk mengerjakan kreasi kapal nan nantinya bakal diproduksi dengan melibatkan industri galangan dalam negeri.
"Jadi bakal ada tiga kapal nan sama nanti. Desainnya sudah kita tunjuk perusahaannya dari Italia melalui open bidding alias tender terbuka," ujar Budi.
Kapal pertama bakal menggantikan KM Umsini nan telah berumur 41 tahun, kapal kedua bakal menggantikan KM Lawit nan telah berumur 40 tahun dan kapal ketiga menggantikan KM Tidar nan berumur 38 tahun.
Budi menjelaskan, penggunaan kreasi dari perusahaan luar negeri bukan berfaedah seluruh proses pembangunan kapal dilakukan di luar Indonesia. Pelni justru mau mendorong agar keahlian industri galangan nasional semakin berkembang sehingga dapat memenuhi kebutuhan kapal perseroan.
Menurutnya, Pelni sebelumnya juga telah mempunyai pengalaman membangun kapal dengan melibatkan galangan dalam negeri. Salah satunya dilakukan berbareng PT PAL Indonesia, dengan kreasi nan berasal dari Jerman dan melibatkan tenaga mahir dari negara tersebut.
"Kalau kita lihat, kita berambisi kualitas galangan dalam negeri itu sama dengan nan dari luar, dengan standar internasional," katanya.
Budi menyadari peningkatan keahlian galangan dalam negeri memerlukan proses. Karena itu, Pelni menilai penguatan ekosistem industri menjadi perihal krusial agar galangan nasional secara berjenjang bisa mengerjakan pembangunan kapal dengan kualitas nan semakin baik.
"Yang terpenting kita tumbuh bareng," tuturnya.
Seiring dengan peningkatan keahlian industri galangan nasional, Pelni berambisi porsi komponen dan pengerjaan dari dalam negeri juga dapat terus meningkat. Dengan demikian, pembangunan kapal tidak hanya memenuhi kebutuhan armada, tetapi turut memberikan akibat terhadap industri nasional.
Budi mengatakan Pelni bakal merasa terbantu andaikan industri dalam negeri sudah bisa memasok kapal sesuai kebutuhan perusahaan. Selain mendukung TKDN, keberadaan galangan nasional juga memberikan untung dari sisi pemeliharaan kapal.
"Kalau industri dalam negeri sudah bisa men-supply kapal kita, jika ada masalah docking tidak perlu memanggil dari luar," katanya.
Menurut Budi, kebutuhan kapal Pelni saat ini cukup besar, terutama pada sejumlah ruas pelayaran di wilayah Indonesia bagian timur. Kondisi tersebut membikin perusahaan kudu mencari beragam pengganti untuk menambah kapabilitas armada dalam waktu nan relatif cepat.
Pelni sebelumnya sempat menemukan kapal nan dinilai sesuai dengan kebutuhan. Namun, setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, kapal tersebut diketahui telah berumur sekitar 26 tahun sehingga tidak dapat digunakan.
"Kebutuhan penumpang terhadap pikulan kapal ini sangat besar di ruas-ruas tertentu. Jadi memang kudu segera ada kapal," ujar Budi.
Karena itu, Pelni terus mencari opsi pengadaan kapal, baik melalui pembelian maupun skema lainnya. Budi mengatakan perseroan juga mulai lebih garang menjajaki kesempatan kerja sama dengan pihak internasional untuk memenuhi kebutuhan armada.
Selain pembelian kapal, Pelni juga mempertimbangkan skema leasing dari penyedia internasional. Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu pengganti untuk mempercepat penambahan armada, khususnya ketika kesiapan kapal dari galangan dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan perusahaan.
"Sebenarnya ada skema leasing dari beberapa provider internasional. Saya lihat di Eropa memang ada leasing untuk kapal," katanya.
Budi menambahkan, seluruh proses pengadaan kapal kudu tetap dilakukan dengan mengedepankan tata kelola perusahaan nan baik. Pelni memastikan kebutuhan kapal disusun dan diumumkan secara terbuka sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dalam proses pengadaan.
"Pengadaan dan pembelian kapal menjadi sorotan, sehingga governance sangat penting. Kita lakukan secara terbuka," ujar Budi. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·