
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo menyepakati pengusahaan alur pelayaran di wilayah kerja Pelabuhan Pulau Baai. (Foto: Okezone.com/DJPL)
JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) alias Pelindo menyepakati pengusahaan alur pelayaran di wilayah kerja Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, dengan masa konsesi selama 24 tahun. Kesepakatan ini menjadi dasar pengelolaan alur pelayaran untuk mendukung keselamatan kapal dan kelancaran pengedaran logistik.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Tahap II Pelaksanaan Pengusahaan Alur Pelayaran di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Dokumen tersebut ditandatangani oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai Petrus Christanto Maturbongs dan General Manager Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Lollan Panjaitan mengatakan pengusahaan alur pelayaran tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan optimasi aset, tetapi juga kudu menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran.
"Pengusahaan alur pelayaran kudu menjamin tersedianya alur nan andal, aman, dan memenuhi standar pelayanan. Prinsip safety first kudu menjadi landasan dalam setiap tahapan pelaksanaannya," ujar Lollan dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).
Menurut dia, Pelabuhan Pulau Baai mempunyai peran strategis dalam mendukung konektivitas nasional, pengedaran logistik, aktivitas ekspor-impor, serta pertumbuhan ekonomi Bengkulu dan wilayah sekitarnya. Karena itu, pemeliharaan alur pelayaran menjadi aspek krusial untuk menjaga kelancaran lampau lintas kapal dan keandalan jasa kepelabuhanan.
Lollan menegaskan bahwa pengelolaan alur pelayaran kudu didukung oleh pemenuhan standar teknis, kedalaman dan lebar alur nan memadai, serta kesiapan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP). Penerapan manajemen akibat dan pengawasan secara konsisten juga diperlukan untuk mengurangi akibat kapal kandas, tubrukan, dan kecelakaan pelayaran lainnya.
Dia menambahkan, keberhasilan konsesi tidak cukup diukur dari pekerjaan bentuk alias besarnya investasi. Pengusahaan alur pelayaran juga kudu memberikan faedah nyata, terutama melalui peningkatan keselamatan, pemenuhan standar kondisi alur, dan kelancaran pengedaran logistik.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·