PDIP soal Ekonomi Indonesia: Utang Dibayar Utang, Gali-Tutup Lubang

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyoroti kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Menurut dia, beban utang negara sudah dalam tahap mengkhawatirkan.

Hal itu disampaikan Hasto dalam pidato dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila nan diselenggarakan oleh DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026). Hasto menyebut Indonesia tengah menghadapi tantangan serius, baik di sektor fiskal maupun riil.

"Dalam perspektif ini pun, Indonesia saat ini menghadapi persoalan nan sangat-sangat serius terhadap fiskal, moneter, dan kehidupan perekonomian di sektor riil," kata Hasto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Defisit transaksi melangkah nan terjadi pada kuartal pertama tahun 2026 dan keseimbangan primer nan negatif dalam APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita sangatlah mengkhawatirkan. Utang kudu dibayar dengan utang, gali lubang tutup lubang," sambungnya.

Hasto menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan bukan sekadar kejadian pasar, melainkan cermin dari persoalan kepercayaan dan struktur ekonomi nan rapuh.

Terkait itu, dia menyayangkan sikap pemerintah nan dinilai lebih mengutamakan kebijakan populis demi kepentingan elektoral daripada ketahanan anggaran jangka panjang.

"Terlebih dengan pelemahan rupiah akhir-akhir ini nan menggambarkan adanya persoalan nan berkarakter struktural dan ada persoalan mengenai dengan kepercayaan. Usulan rekonsolidasi fiskal nan digagas PDI Perjuangan melalui tema fiscal resilience alias ketahanan fiskal, rupanya tetap diwarnai oleh beragam corak shopping negara nan berkarakter populis dengan angan elektoral," ucapnya.

Hasto menyatakan akibat dari kondisi tersebut sudah sangat dirasakan oleh masyarakat. Dia mencatat adanya kenaikan nilai pangan nan signifikan hingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Berbagai persoalan kenaikan nilai kebutuhan pangan rakyat, kemiskinan, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dan pemutusan hubungan kerja, sekarang telah mencapai tahap nan mengkhawatirkan," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Hasto menegaskan bahwa kritik nan disampaikan PDIP adalah bagian dari kegunaan kontrol kekuasaan. Dia menyebut peran PDIP sebagai partai penyeimbang sangat krusial agar kerakyatan tetap sehat melalui sistem check and balance.

"Berbagai kritik sebagai partai penyeimbang ini telah diakui pentingnya, apalagi diapresiasi oleh Presiden Prabowo nan menegaskan bahwa kerakyatan memang memerlukan kontrol, memerlukan check and balance, dan inilah nan dijalankan oleh PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang," tegas Hasto.

Menutup pidatonya, Hasto menyampaikan petunjuk dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader tetap konsentrasi memihak rakyat mini alias kaum Marhaen. Dia meminta kader tidak terjebak dalam area nyaman dan menjauhi praktik korupsi.

"Jadilah banteng-banteng sejati nan memihak setiap rakyat nan tertindas di seluruh lapisan Indonesia kita, saudara-saudara sekalian," perintah Hasto.

"Bangun keteladanan seluruh jejeran partai, bergeraklah turun ke bawah dengan api perjuangan nan tak kunjung padam, dan jangan pernah masuk area nyaman. Jangan korupsi, jangan salah gunakan kekuasaan," imbuhnya.

Hasto juga menekankan bahwa Pancasila tidak boleh hanya berakhir sebagai falsafah alias semboyan semata. Namun kudu dijabarkan secara teknokratik dalam setiap kebijakan pemerintahan negara.

Menurutnya, setiap izin dan program nan diputuskan oleh pemerintah kudu mempunyai parameter faedah nan jelas bagi rakyat. Hal ini menjadi krusial agar nilai-nilai dasar negara dapat beralih bentuk menjadi kebijakan nan nyata.

"Setiap kebijakan kudu jelas manfaatnya bagi rakyat, bagi kedaulatan politik, keberdikarian ekonomi, dan membangun karakter bangsa. Topangan kebijakan teknokratik ini adalah penguasaan iptek, riset, dan inovasi. Tidak ada kemajuan peradaban suatu bangsa tanpa memajukan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakatnya," pungkasnya.

Tonton juga Video: Momen Purbaya Lesehan Paparkan Kondisi Fiskal RI

(ond/aud)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News