PDIP Luncurkan Public Pulse 28: Ruang Diskusi untuk Sambut 1 Abad Sumpah Pemuda

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam aktivitas Public Pulse 28 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

PDIP meluncurkan forum Millenium Public Pulse 28 sebagai ruang perbincangan sekaligus pengembangan kepemimpinan intelektual bagi anak muda dalam menyongsong 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Public Pulse 28 bakal digelar setiap tanggal 28 selama dua tahun ke depan. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk melahirkan ide-ide baru dalam menjawab beragam persoalan bangsa.

“Pemuda adalah api. Karena menggambarkan suatu spirit nan menggambarkan suatu cita-cita, nan menggambarkan suatu mimpi, suatu harapan. Di sekolah partai ini seluruh buahpikiran dan gagasan, suatu khayalan tentang masa depan, itu dibuka seluas-luasnya dengan mengambil spirit dari para tokoh pejuang bangsa, Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, Tan Malaka, dan begitu banyak nan menginspirasi bagi kita semuanya,” kata Hasto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7).

Menurut Hasto, peluncuran Public Pulse 28 sengaja dilakukan dalam rangka menyongsong satu abad Sumpah Pemuda. Ia menilai Sumpah Pemuda merupakan tonggak krusial nan menunjukkan gimana buahpikiran dan khayalan anak muda bisa menyatukan bangsa Indonesia.

Ia pun membujuk peserta mengenang kembali semangat para pendiri bangsa, termasuk W.R. Supratman nan menciptakan lagu Indonesia Raya di usia muda.

“WR Supratman hanya berumur sampai 35 tahun beliau dipanggil Tuhan, tetapi dalam usia 35 tahun kontemplasinya tentang Indonesia Raya itu sangat luar biasa,” ujarnya.

Hasto kemudian mengaitkan semangat Sumpah Pemuda dengan perjuangan demokrasi, termasuk saat peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996.

“Dan di dalam mobilitas melawan totalitarisme sumpah ini kemudian direlevansikan pada tanggal 27 Juli 1996 ketika terjadi serangan Kudatuli, maka kami pemuda Indonesia itu direlevansikan menjadi kami rakyat Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia direlevansikan menjadi bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Itu luar biasa. Kami rakyat Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia, direlevansikan menjadi bangsa nan gandrung terhadap keadilan,” kata Hasto.

Menurut Hasto, perubahan besar dalam sejarah bumi juga selalu berasal dari keberanian anak muda melahirkan pendapat baru.

“Revolusi Prancis itu hanya dilakukan oleh 5 orang dengan 3 orang intelektual dan kemudian bisa mengubah Eropa dan bumi dan feodalisme dan hegemoni kepercayaan saat itu,” tuturnya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDIP MY Esti Wijayati dalam aktivitas Public Pulse 28 di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia menilai Indonesia juga lahir dari perjuangan buahpikiran nan dibangun para pendiri bangsa. Karena itu, Hasto mengatakan Public Pulse 28 dibangun sebagai ruang untuk melahirkan gagasan-gagasan baru bagi Indonesia.

Menurut Hasto, Public Pulse bukan sekadar forum diskusi, melainkan tempat bagi anak muda untuk membangun imajinasi, kepemimpinan intelektual, serta menawarkan solusi bagi masa depan Indonesia.

“Itu tempat Anda berpikir tentang apa buahpikiran masa depan buat Indonesia, buat dunia, dan buat kerabat sekalian. Di situ. Apa ide-ide, apa imajinasi, buahpikiran dan khayalan jika Anda punya itu dibangun dengan intelektual leadership dengan menggunakan beragam referensi-referensi kitab nan bestseller,” jelas Hasto.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga mendorong generasi muda memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI), sebagai perangkat belajar.

“Kalau malas buku, baca buku, sebagai pegangan praktis, boleh bertanya pada AI dulu. Di situ, itu era sekarang. Artinya apa? Anda punya keahlian untuk maju melesat dengan cepat,” ucapnya.

Namun, dia mengingatkan penggunaan AI tidak boleh menghilangkan pentingnya pembentukan karakter.

“Tetapi meskipun kita dibantu oleh AI, tetap memerlukan suatu pematangan-pematangan karakter dalam diri kita. The Self itu mengajarkan kita bergerak lantaran karakter,” jelasnya.

Di sisi lain, Hasto juga menyinggung kitab Mustika Rasa. Ia menyebut kitab tersebut sebagai corak konsep pemenuhan gizi masyarakat nan dibangun dari kesadaran rakyat.

“Ini adalah MBG jenis Soekarno. Di sini. Tetapi bukan dengan proyek dari nasional dengan mengalihkan biaya pendidikan. No. Tetapi dengan membangun kesadaran rakyat, menyajikan data-data info nan penting, bahwa jika kita makan daun kelor, makan daun pepaya, makan umbi-umbian, itu kita bakal sehat,” tutur dia.

Hasto menjelaskan, selama dua tahun ke depan Public Pulse bakal berpindah-pindah letak agar peserta bisa belajar langsung dari kehidupan masyarakat.

“Maka di sini kita berikan uang, kita memberikan support bagi Anda semua. Bisa di tempat lain, bisa tidak di tempat ini. Nanti Bung Mujab, bisa kita berkeliling. Ke warung kopi, kita lihat ke taman, kita lihat ke tempat sampah, kemudian kita juga bisa lihat kepada gimana degub ekonomi rakyat di kaki lima, kita juga bisa memandang di pusat-pusat kebudayaan,” katanya.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Ia mengatakan Public Pulse nantinya bakal menghadirkan beragam tokoh dari beragam latar belakang, mulai dari masyarakat biasa, budayawan, seniman, hingga pelaku upaya nan mempunyai pendapat tentang masa depan Indonesia.

“Mereka membangun khayalan dan mereka berjuang dengan jatuh bangun, tetapi mereka membikin legacy,” ucap Hasto.

“Maka nan saya usulkan namanya adalah Millenium Public Pulse 28,” lanjutnya.

Ia mengatakan forum tersebut bakal menjadi ruang berpikir lintas batas, baik pemisah partai politik maupun pemisah geografis.

“Sehingga 2 tahun ke depan setiap tanggal 28, kita bakal berpikir di luar batas-batas partai politik. Kita bakal berpikir di luar batas-batas geografis. Karena kita gali bisa, buahpikiran dari Eropa, buahpikiran dari Amerika, buahpikiran dari Kolombia,” tuturnya.

“Kita bisa juga dari China. Nah, semua mereka-mereka nan memenuhi syarat ada The Power of Idea, imagination, ada struggle-nya, ada teamwork-nya, itu bakal kita beri ruang dalam perspektif milenium, maka milenium public pulse itu nan kemudian bakal menjadi suatu getaran bagi kita di luar batas-batas partai politik, di luar pemisah suku, gender, dan kita berbincang tentang masa depan, kita menjawab tentang kekhawatiran anak-anak muda dengan langkah menggali bersama, membangun intelektual leadership, dan itu berakar dari jati diri kita sebagai pemuda-pemuda Indonesia, untuk Indonesia Raya dan dunia,” sambung dia.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, mengatakan Public Pulse 28 lahir sebagai ruang bagi anak muda untuk berbincang menjelang satu abad Sumpah Pemuda. Ia mengingatkan semangat Sumpah Pemuda merupakan hasil proses panjang.

“Saat ini kita berkumpul di sini dalam agenda Public Pulse 28. Untuk selalu mengingatkan kepada anak muda, bahwa kita sebagai penerus bangsa kudu bisa memberikan nan terbaik kepada bangsa dan negara. Maka ruang ini, ruang Public Pulse 28, berjalan pertama kalinya di tahun 2026. Ini sekaligus menunjukkan kita juga bakal terus melakukan ini di dalam rangka 100 tahun Sumpah Pemuda nan bakal jatuh pada tanggal 28 Oktober 2028,” katanya.

“Di ruang inilah, kita berbareng anak muda diberikan ruang untuk melakukan dialog. Untuk memberikan masukan, untuk mengkritik, jika memang ada kebijakan-kebijakan nan kurang tepat. Berikut juga menjadi ruang aspirasi, ruang berekspresi, ruang menyampaikan harapan, dan ruang apa nan mesti kita lakukan untuk bangsa dan negara. Kita berharap, kita semua bakal aktif mengikuti ini, kelak setiap bulan tanggal 28, kita bakal terus melaksanakan ini dan kelak puncaknya di 100 tahun Sumpah Pemuda,” tambah dia.

Esti menegaskan, Public Pulse 28 diharapkan menjadi ruang nan menjaga daya kritis generasi muda.

“Dari tempat ini, dari sekolah Partai PDI Perjuangan, kita bakal lakukan ini, kita gaungkan dan kita nyatakan bahwa anak muda adalah pemilik masa depan bangsa, maka kekritisan kudu dibangun tidak untuk dibungkam. Dan itu adalah sebagai ruang memberikan tempat agar anak muda bisa memberikan warna bagus bagi Indonesia Raya,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan