Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berambisi kedamaian bumi dapat betul-betul tercipta. Terlebih saat ini Amerika dan Iran tengah gencatan senjata selama dua pekan mulai Selasa (7/4).
“Jadi sekali lagi, pertama kita semua berambisi bahwa perdamaian betul-betul tercapai,” kata Gus Yahya.
Ia berambisi gencatan senjata nan terjadi tidak hanya dua pekan, melainkan permanen. Ia juga menyinggung wilayah lain nan juga turut berkonflik.
“(Berharap) gencatan senjata nan sekarang sudah disepakati menjadi permanen, permusuhan bisa dihentikan dan diredam,” tutur Gus Yahya.
“Bukan hanya di area Timur Tengah saja lantaran kita juga menghadapi masalah-masalah kekerasan di beragam tempat nan lain, di Somalia, di Sudan, di Libya masih, dan juga di Yaman, dan daerah-daerah lain,” imbuhnya.
Ia menegaskan agar kekerasan di beragam bagian bumi kudu dihentikan. Bila terjadi perbedaan-perbedaan, kata Gus Yahya, kudu diselesaikan secara tenteram mengikuti pedoman tatanan internasional.
“Semua kekerasan ini kudu berakhir dan pertentangan apa pun, perbedaan kepentingan apa pun kudu diselesaikan melalui perundingan damai, melalui jalan diplomatik dengan disiplin mengikuti ketentuan-ketentuan tatanan internasional nan berdasar atas kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar Gus Yahya.
Kata Gus Yahya, syarat bumi ini dapat hidup bersama-sama adalah dengan mengupayakan sikap adil, harmonis, dan penghormatan atas kesetaraan maupun martabat manusia. Selain itu, tidak ada opsi lagi.
“Dunia ini tidak punya pengganti untuk bisa survive bersama-sama kecuali, selain dengan mewujudkan suatu tatanan internasional nan sungguh-sungguh setara dan selaras nan ditegakkan di atas prinsip penghormatan terhadap kesetaraan kewenangan dan martabat bagi setiap manusia,” ucap Gus Yahya.
Selain itu, dia juga menyerukan agar adanya konsolidasi secara nasional di tengah akibat dari gejolak global. Konsolidasi ini memerlukan setiap komponen bangsa.
“Mari kita hadapi dampak, akibat dari perang, akibat dari dinamika internasional nan tidak bisa kita elakkan ini dengan melakukan konsolidasi berbareng dari seluruh komponen bangsa, antara rakyat dengan pemerintah, antara masyarakat dengan negara,” ujar Gus Yahya.
“Mari kita berkonsolidasi berbareng untuk mengupayakan kemaslahatan bersama, agar kita selamat bersama-sama. Karena enggak mungkin ada nan bisa selamat sendirian,” tutupnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·