Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, K.H. Ahmad Said Asrori.(Dok. NU Online)
PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kediri, Jawa Timur. Forum strategis ini menjadi agenda krusial sebagai persiapan menuju Muktamar NU mendatang.
Ketua Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026, K.H. Ahmad Said Asrori, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan forum tertinggi terakhir dalam periode kepengurusan PBNU saat ini sebelum memasuki tahapan Muktamar.
“Munas dan Konbes ini pembahasannya menyangkut masalah-masalah dunia, mulai dari waqi'iyah, qanuniyah, hingga maudlu'iyyah. Selain itu, kami juga membahas penguatan organisasi, rekomendasi program, serta isu-isu strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar K.H. Ahmad Said Asrori di Kediri, Sabtu (20/6).
Memahami Perbedaan Munas dan Konbes NU
Sekretaris SC Munas dan Konbes NU 2026, K.H. Amin Said Husni, menjelaskan bahwa meski dilaksanakan secara paralel, Munas dan Konbes mempunyai kedudukan dan kegunaan nan berbeda dalam sistem permusyawaratan NU, tepat satu tingkat di bawah Muktamar.
Perbedaan Fokus Bahasan:
- Munas NU (Musyawarah Nasional): Diikuti oleh utusan Syuriah PWNU se-Indonesia. Fokus pada masalah diniyah (keagamaan) nan meliputi persoalan norma realitas sosial (waqi’iyah), tema keagamaan kontemporer (maudlu’iyyah), serta sikap organisasi terhadap izin perundang-undangan (qanuniyah).
- Konbes NU (Konferensi Besar): Diikuti oleh utusan Tanfidziyah PWNU dari 38 provinsi. Fokus pada pembahasan Peraturan Perkumpulan (Perkum) nan menjadi izin teknis di bawah AD/ART organisasi.
Amin Said Husni menekankan bahwa jika AD/ART hanya bisa diputuskan dalam Muktamar, maka Konbes mempunyai kewenangan penuh untuk menetapkan Perkum sebagai landasan operasional organisasi.
Jadwal dan Penutupan di Bangkalan
Ketua Organizing Committee (OC) Munas dan Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf alias nan berkawan disapa Gus Ipul, mengonfirmasi bahwa prosesi pembukaan dimulai pada Sabtu malam pukul 19.00 WIB. Rangkaian sidang komisi dan pembahasan utama bakal berjalan selama dua hari, ialah pada hari Ahad dan Senin.
“Setelah rangkaian di Kediri selesai, kami dijadwalkan bakal melakukan penutupan Munas dan Konbes di Bangkalan pada tanggal 23 Juli mendatang,” pungkas Gus Ipul.
Melalui forum ini, PBNU berambisi dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis nan memberikan faedah luas, tidak hanya bagi penduduk Nahdliyin dan lingkungan pondok pesantren, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia secara umum dalam menghadapi tantangan global. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·