Paus Leo XIV(AFP/Alberto PIZZOLI)
PAUS Leo XIV kembali menyampaikan seruan kuat untuk perdamaian di Tanah Suci dan seluruh area Timur Tengah. Pesan tersebut disampaikan dalam khotbah Angelus nan berjalan pada Minggu (26/7) di kediaman musim panas kepausan, Castel Gandolfo.
Dalam renungan Minggu tersebut, pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini mengungkapkan keprihatinan mendalam atas eskalasi kekerasan nan terus meningkat. Ia menegaskan pentingnya penghentian pertikaian dan mendesak agar jalur dialog segera dihidupkan kembali.
"Saya terus memantau dengan penuh keprihatinan kekerasan nan terus bersambung dan semakin meningkat di Tanah Suci," ujar Paus Leo XIV di hadapan umat nan hadir.
Soroti Korban Sipil di Gaza dan Tepi Barat
Paus secara unik menyoroti akibat kemanusiaan dari bentrok tersebut. Ia mencatat bahwa banyak penduduk sipil nan menjadi korban dalam rangkaian kekerasan terbaru, baik nan terjadi di wilayah Tepi Barat maupun di Jalur Gaza.
Sebagai solusi jangka panjang, Paus Leo XIV menyerukan agar semua pihak nan bertikai bersedia kembali ke meja perundingan. Tujuannya adalah untuk mencapai solusi politik nan adil, nan didasarkan pada penghormatan terhadap martabat serta hak-hak setara bagi setiap manusia tanpa terkecuali.
Poin Utama Seruan Paus Leo XIV:
| Lokasi Khotbah | Castel Gandolfo (Angelus, 26 Juli) |
| Fokus Wilayah | Tanah Suci (Tepi Barat & Gaza) dan Timur Tengah |
| Tuntutan Utama | Penghentian tindakan militer dan pembukaan jalur diplomasi |
| Prinsip Solusi | Keadilan, martabat, dan kewenangan setara manusia |
| Peringatan Khusus | Penolakan keputusan sepihak dan perlindungan status quo tempat suci |
Perlindungan Tempat Suci
Selain masalah militer, Paus juga mendesak penghentian segala corak keputusan sepihak nan dapat memperkeruh suasana. Ia menekankan pentingnya menghormati status quo tempat-tempat suci dari setiap agama, guna menjaga harmoni di wilayah nan mempunyai nilai religius tinggi tersebut.
"Saya mendesak semua pihak nan terlibat untuk menghentikan serangan mereka dan segera membuka kembali jalan perbincangan dan diplomasi, sehingga perdamaian nan sangat diinginkan oleh seluruh wilayah dapat segera dicapai," pungkasnya. (Ant/Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·