Paus Leo XIV.(Al Jazeera)
DALAM pidato berhistoris di hadapan parlemen Spanyol (Cortes Generales) pada Senin (8/6/2026), Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian nan kuat. Ia menyebut perang sebagai kekalahan nan menyakitkan bagi keahlian negosiasi manusia dan memperingatkan bahwa bumi saat ini tengah terjerumus ke dalam krisis spiritual dan budaya nan mendalam.
Kunjungan ini menandai pertama kali seorang pastor berpidato di hadapan para politisi Spanyol. Dalam narasinya, Paus asal Amerika pertama tersebut menekankan bahwa perdamaian memerlukan keberanian diplomatik dan tanggung jawab etis, terutama di tengah eskalasi bentrok dunia nan kian memanas.
Kritik terhadap Perang dan Polarisasi Global
Pernyataan Paus Leo XIV muncul di saat ketegangan antara Israel dan Iran mencapai titik terburuk sejak gencatan senjata April lalu. Di Madrid, Paus berjumpa dengan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, nan dikenal vokal menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam bentrok tersebut.
"Setiap perang pada akhirnya merupakan kekalahan menyakitkan dari kapabilitas untuk bermusyawarah dan juga dari kesadaran berbareng kemanusiaan nan mengakui ikatan keadilan antarbangsa," tegas Paus di hadapan para pemimpin politik Spanyol.
Ia juga menyoroti kejadian polarisasi nan melanda beragam negara, termasuk Spanyol. Paus mendesak para politisi untuk melucuti senjata bahasa dan melakukan pembaruan moral agar pluralisme politik tidak berubah menjadi penghinaan terus-menerus terhadap musuh politik.
Fokus pada Kemanusiaan dan Migrasi
Selain rumor perang, migrasi menjadi tema sentral dalam kunjungan kepausan kali ini. Paus Leo XIV dijadwalkan mengunjungi Kepulauan Canary untuk menunjukkan solidaritas bagi para imigran nan mencoba memasuki Eropa.
"Penegasan martabat manusia tidak boleh tetap absurd ketika begitu banyak orang terpaksa meninggalkan segalanya demi mencari perdamaian dan keamanan," ujarnya. Ia mengingatkan bahwa tragedi migrasi adalah tantangan bagi hati nurani bangsa-bangsa dan fondasi etis tatanan internasional.
Sorotan Utama Pidato Paus:
- Menyerukan penyelesaian sengketa melalui norma internasional.
- Memperingatkan peningkatan shopping senjata di Eropa.
- Menekankan perlindungan martabat manusia dari konsepsi hingga kematian alami.
- Meminta perlindungan terhadap kerahasiaan pengakuan dosa (seal of confession).
Menghadapi Luka Lama: Skandal Pelecehan
Di luar gedung parlemen, Paus Leo XIV juga memberikan perhatian serius pada skandal pelecehan seksual nan mengguncang Gereja Katolik Spanyol. Berdasarkan laporan ombudsman tahun 2023, diperkirakan lebih dari 200.000 anak menjadi korban pelecehan oleh klerus di Spanyol selama beberapa dasawarsa terakhir.
Dalam pertemuan dengan para uskup, Paus mendesak gereja untuk mendengarkan penyintas dan memberikan reparasi. Ia menyebut pelecehan tersebut sebagai luka terbuka dan momok yang kudu dihadapi dengan kebenaran dan keadilan.
"Setiap orang nan terluka kudu dapat menemukan pendengaran nan tulus, perlindungan, dan jalur nyata menuju penyembuhan," pungkasnya sebelum melanjutkan agenda kunjungannya nan dijadwalkan berjalan hingga Jumat mendatang. (CNN/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·