Paus Leo Tak Akan Perluas Berkat bagi Pasangan Sesama Jenis: Picu Perpecahan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Paus Leo XIV melambaikan tangan di Lapangan Santo Petrus di Vatikan pada 5 April 2026. Foto: Andreas Solaro / AFP

Paus Leo memberi sinyal tidak bakal melampaui kebijakan pendahulunya, Paus Fransiskus, mengenai pemberian berkah Gereja bagi pasangan sesama jenis.

Menurut Paus Leo, langkah lebih jauh dalam rumor tersebut berpotensi memicu perpecahan di tubuh Gereja Katolik.

"Untuk melangkah lebih jauh dari itu hari ini, saya pikir topik ini dapat menyebabkan lebih banyak perpecahan daripada persatuan," kata Paus Leo dalam konvensi pers di pesawat saat perjalanan kembali ke Roma usai tur empat negara di Afrika dikutip dari Reuters, Jumat (24/4).

Paus Leo, paus pertama asal Amerika Serikat, memuji keputusan Paus Fransiskus pada 2023 nan mengizinkan pastor memberikan berkah secara informal kepada pasangan sesama jenis di luar upacara ritual dan berasas kasus per kasus.

Namun, dia menegaskan Vatikan tidak mau kebijakan tersebut diformalkan lebih lanjut.

Paus Fransiskus melambaikan tangan dari anjungan utama Basilika Santo Petrus saat pesan Urbi et Orbi dan berkah kepada kota dan bumi dibacakan sebagai bagian dari seremoni Paskah di Vatikan, Minggu (20/4/2025). Foto: Yara Nardi/REUTERS

Kebijakan Paus Fransiskus sebelumnya memicu perdebatan luas di lingkungan Gereja Katolik. Sejumlah uskup di beberapa negara, terutama di Afrika, menolak menerapkan patokan itu di wilayah masing-masing.

Saat ditanya soal rencana Kardinal Jerman Reinhard Marx nan mau melegalkan pemberkatan umum di keuskupannya, Paus Leo tidak mengkritik secara langsung.

Ia hanya merujuk pada petunjuk Vatikan sebelumnya kepada konvensi uskup Jerman agar tidak mengembangkan ritual resmi untuk pemberkatan pasangan sesama jenis.

"Takhta Suci telah memperjelas bahwa kami tidak setuju dengan pemberkatan pasangan nan diformalkan," ujarnya.

Paus Leo menilai, persatuan Gereja nan mempunyai 1,4 miliar umat tidak semestinya hanya berpusat pada rumor etika seksual.

"Kita condong berpikir bahwa ketika Gereja berbincang tentang moralitas, satu-satunya masalah moralitas adalah seksual," katanya.

"Pada kenyataannya, saya percaya ada masalah nan jauh lebih besar dan lebih krusial seperti keadilan, kesetaraan, serta kebebasan laki-laki dan wanita," tutur Paus Leo.

Gereja Katolik mengajarkan hubungan seksual di luar pernikahan heteroseksual sebagai dosa. Gereja juga mengajarkan umat dengan kesukaan sesama jenis untuk menjalani hidup suci.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan